Minggu, 16 November 2014

SEPAK BOLA UNTUK BERSAUDARA


(Wajah tegang namak ketika menit-menit terakhir pertandingan skor masih sama kuat PERSIB 2-2 PERSIPURA)
Bandung, 7 Nopember 2014. Sore di guyur hujan ringan menjadi penyambut acara NoBar ( Nonton Bareng) di kampus Politeknik LP3I Bandung, peralatan seadanya namun di maksimalkan segalanya. Suara adzan magrib terdengar, para penonton yang berasal dari kalangan Civitas Akademik Politeknik LP3I Bandung juga dari masyarakat umum yang sudah hadir melaksanakan ibadah shalat berjamaah dan berdoa untuk kemenangan tim kebanggaan mereka PERSIB Bandung. Sepak bola di percaya sebagai salah satu hal yang dapat menarik masa yang banyak untuk berkumpul dan acara NoBar ini menjadi ajang silaturahmi antar pihak civitas akademik Politeknik LP3I Bandung dengan masyarakat umum. Semua berbaur pada saat nonton bareng Final Indonesian Super League antara PERSIB Bandung VS PERSIPURA Jayapura, bahkan bisa saling berkenalan juga silaturahmi sesama pendukung PERSIB. Sejak awal pertandingan penonton sudah terus menyanyikan yel-yel pembangkit semangat,  bahkan ketika PERSIB kemasukan para penonton malah semakin bersemangat untuk menyanyikan yel-yel guna membangkitkan semangat yang lebih dan juga menghilangkan kesedihan sesaat setelah PERSIB kemasukan.
Pertandingan memasuki babak kedua dan seiring hujan mereda semakin banyak bobotoh (Sebutan pendukung PERSIB) yang berdatangan dan menambah kemeriahan kampus Politeknik LP3I Bandung, tak ada kerusuhan yang terjadi justru penonton semakun solid menyanyikan yel-yel dan memberikan semangat dari jauh untuk PERSIB. Pada akhir pertandingan yang di menangkan PERSIB lewat drama adu pinalti ini, para penonton meluapkan emosinya hingga banyak yang mengeluarkan air mata haru karna sudah 19 tahun PERSIB puasa gelar dan seketika menyanyikan lagu Indonesia Raya. Ini membuktikan mendukung tim kesayangan tidak harus rasis pada tim lain apalagi anarkis, lebih baik bergabung dengan sesama pecinta tim kesayangan dan berkarya untuk menunjukan kecintaan pada tim kesayangan kita.

Setelah acara berakhir, kesolidan di tunjukan oleh mahasiswa Politeknik LP3I Bandung dengan cara GPS( Gerakan Pungut Sampah) salah satu program walikota Bandung dan menjadi pelopor penjaga kebersihan, jika tak mulai dari kita, siapa juga yang mau memulainya. No rasis, no anarkis, no sara dan tetap jaga kesolidan terus berkarya dan katakan peace.

0 komentar:

Posting Komentar