
(Wajah tegang namak ketika menit-menit
terakhir pertandingan skor masih sama kuat PERSIB 2-2 PERSIPURA)
Bandung, 7 Nopember 2014. Sore di guyur hujan
ringan menjadi penyambut acara NoBar ( Nonton Bareng) di kampus Politeknik LP3I
Bandung, peralatan seadanya namun di maksimalkan segalanya. Suara adzan magrib
terdengar, para penonton yang berasal dari kalangan Civitas Akademik Politeknik
LP3I Bandung juga dari masyarakat umum yang sudah hadir melaksanakan ibadah
shalat berjamaah dan berdoa untuk kemenangan tim kebanggaan mereka PERSIB
Bandung. Sepak bola di percaya sebagai salah satu hal yang dapat menarik masa
yang banyak untuk berkumpul dan acara NoBar ini menjadi ajang silaturahmi antar
pihak civitas akademik Politeknik LP3I Bandung dengan masyarakat umum. Semua
berbaur pada saat nonton bareng Final Indonesian Super League antara PERSIB
Bandung VS PERSIPURA Jayapura, bahkan bisa saling berkenalan juga silaturahmi
sesama pendukung PERSIB. Sejak awal pertandingan penonton sudah terus
menyanyikan yel-yel pembangkit semangat,
bahkan ketika PERSIB kemasukan para penonton malah semakin bersemangat
untuk menyanyikan yel-yel guna membangkitkan semangat yang lebih dan juga
menghilangkan kesedihan sesaat setelah PERSIB kemasukan.
Pertandingan memasuki babak kedua dan seiring
hujan mereda semakin banyak bobotoh (Sebutan pendukung PERSIB) yang berdatangan
dan menambah kemeriahan kampus Politeknik LP3I Bandung, tak ada kerusuhan yang
terjadi justru penonton semakun solid menyanyikan yel-yel dan memberikan
semangat dari jauh untuk PERSIB. Pada akhir pertandingan yang di menangkan
PERSIB lewat drama adu pinalti ini, para penonton meluapkan emosinya hingga
banyak yang mengeluarkan air mata haru karna sudah 19 tahun PERSIB puasa gelar
dan seketika menyanyikan lagu Indonesia Raya. Ini membuktikan mendukung tim
kesayangan tidak harus rasis pada tim lain apalagi anarkis, lebih baik
bergabung dengan sesama pecinta tim kesayangan dan berkarya untuk menunjukan
kecintaan pada tim kesayangan kita.
Setelah acara berakhir, kesolidan di tunjukan
oleh mahasiswa Politeknik LP3I Bandung dengan cara GPS( Gerakan Pungut Sampah)
salah satu program walikota Bandung dan menjadi pelopor penjaga kebersihan,
jika tak mulai dari kita, siapa juga yang mau memulainya. No rasis, no anarkis,
no sara dan tetap jaga kesolidan terus berkarya dan katakan peace.






0 komentar:
Posting Komentar