Minggu, 16 November 2014

Siapa?

“Tempat ini, begitu membuatku bahagia. Tempat dimana dulu kita bermain bersama.”Janoko berkata.
“Iya, aku pun begitu bahagia bisa kembali kesini untuk bersamamu lagi.”Ujar Mira.
“Jika kau inginkan, aku rela mendaki Pegunungan Everest hanya untuk meneriaakan aku cinta pada mu.”Janoko berkata.
“Tak perlu kau lakukan itu, apa yang kau lakukan sudah membuatku percaya betapa kau cinta aku, dan k au buat aku cinta kamu.”Ujar Mira.
Perlahan Noko dekatkan wajahnya pada Mira…
Mereka semakin dekat…
Terus mendekat..
Saat hanya udara yang memisahkan wajah mereka…
“Noko…Noko… Bangun Noko.”Teriak andri
“Ahhh sialan kamu ndri, ngga tau orang lagi kangen ama pacar ya .” Janoko terbangun dengan marah-marah.
“Gila kamu ko, liat udah mau jam 7, sekolah udah mau masuk ini.”
“What……….”
Janoko bergegas lari ke kamar mandi.
“Woy Ko, lu mau mandi?”
“Ngga, aku Cuma mau cuci muka ama gosok gigi, tunggu bentar.”
Setelah itu, mereka pun berlari ke sekolah.
Namun di perjalanan,
“Noko awas!!!” Teriak andri.
Seketika janoko tertabrak mobil yang ngebut dan membuat pendarahan yang serius.
Janoko di larikan ke rumah sakit saat itu juga.
Saat andri menelpon ke sekolah, kebetulan selly sedang jaga piket giliran.
Saat itu juga ia menelpon seseorang.
“Teh, Noko kecelakaan. Dia mengalami pendarahan hebat dan belum sadarkan diri, keadaannya masih kritis.”
Tiba-tiba trdengar suara bntingan didalam percakapan.
“Teh, teteh denger ngga?”
Telpon itu pun di matikan.
Selly langsung melapor pada guru yang sedang piket dan menghubungi wali kelas Janoko dan langsung bergegas mereka menuju rumah sakit.
Sesampainya disana
“Ndri, gimana keadaannya?”Tanya wali kelasnya
“Aku juga kurang tau bu, dokter masih melakukan penanganan.”
Tak lama dokter pun keluar
“Dok, gimana keadaannya?”Tanya wali kelas Noko
“Sekarang keadaannya sudah membaik, tapi dia masih butuh istirahat 2 orang boleh menunggunya di dalam.”
“Iya dok, terimakasih.”
Setelah 2 jam tak sadarkan diri
“Dimana aku?”
“Kamu di rumah sakit ko.” Jawab andri
“Kamu, siapa?” Tanya noko.


Bersambung…

0 komentar:

Posting Komentar