Promo

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Celoteh

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Contoh Tugas

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Janji

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Aku

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 30 Oktober 2014

Suatu hari,

Rabu, 29 Oktober 2014

Kesaksian Konyel


Salah Satu Prodi Humas kerja sebelum lulus

Salah Satu Prodi Humas kerja sebelum lulus
Rezky Wahyuni atau lebih akrab di panggil konyel ataupun Rere, adalah salah satu Mahasiswa Politeknik LP3I Bandung yang kini sudah bekerja. Kini dia bekerja di Supernova House sebuah perusahaan yang bergerak di bidang muslim fashion dan di tempatkan di bagian Humas.
Lahir di Tarakan pada 22 Mei 1994. Ayah seorang pensiunan Pertamina sedangkan ibunya seorang pedagang. Menghabiskan masa kecil di Bunyu, sebuah kota di Kalimantan Timur konyel sekolah mulai dari SD di SDN 001Bunyu lalu melanjutkan ke SMPN 1 Bunyu dan SMAN 1 Bunyu.
Berasal dari kalangan keluarga yang biasa saja yang selalu mendukung minat dan bakat anaknya juga menomor satukan pendidikan, membuat konyel tentu lebih semangat dalam belajar. “Jangan pulang sebelum sukses” Kata-kata yang sering di ucapkan oleh orang tuanya yang jauh di Bunyu, menjadikan sebuah pecut saat konyel merasakan sebuah perasaan menyerah karna orang tua yang jauh membuatnya harus mampu membuktikan bahwa ia akan sukses dan akan pulang.
Konyel beralamat Jl. Wono Indah RT IX RW 03 Desa Bunyu Selatan Kalimantan Timur. Namun sekarang kost di Jl. Cukang kawung RT 06 RW 13 Kec. Cibeunying Kaler Kel. Cigadung Kota Bandung. Sepertinya kini bukan lagi jamannya anak kuliahan saat pulang kuliah langsung pulang tanpa mengikuti kegiatan mahasiswa yang bersifat positif, begitupun konyel, begitupun konyel. Dia aktif di beberapa kegiatan di kampus Politeknik Lp3i Bandung. Ia menjadi salah satu orang penting di kampus Politeknik LP3I Bandung karna menjabat sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan aktif di beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Awal datang ke Bandung, Konyel tak berniat untuk kuliah di Politeknik LP3I Bandung. “Dulu mah bukan kemauan aku masuk LP3I, awalnya aku ke Bandung karna lolos SNMPTN Jurusan Komunikasi di UNPAD Jatinangor dan kakak aku udah kuliah duluan di STIE EKUITAS yang di Jl. PHH Mustopa. Nah pas lagi jalan-jalan lewat depan LP3I ketemu deh sama teh Wulan dulu  bagian marketing di kampus, terus di kenalin sama Pak Heddy, Wadir 3. Di ajak ngobrol bareng orangtua, baiiiiikkkkkk bangettttttt, dikasih minum ahhh segala macem dan alhasil hari itu juga Registrasi Lunas + dapat kain untuk buat almamater.Wassallam.”  Ujar konyel saat di wawancara.
Menurutnya pendidikan di Politeknik LP3I Bandung bagus namun ada beberapa kekurangan. Dari segi fasilitas dan juga dosen yang terkadang tidak bisa mengajar dan akhirnya di ganti dengan dosen lain. Namun terbukti bahwa mata kuliah yang di ajarkan di Politeknik LP3I Bandung memang Link & Match . “ Mata kuliah yang menunjang mah banyak, manfaat ya insyaallah ada juga. Mata kuliah yang menunjang banyak khususnya mata kuliah Public Relation Officer karna itu bagian yang aku jalani sekarang, dan yang lainnya kayak Communication skill, Presentation & Negotiation, PR Writing. Banyak mah pas semester 3 sih yang lebih menunjang mah.” Beber Konyel. Dan satu mata kuliah yang menurutnya sangat berguna adalah Cyber Online karna Cyber online memang sulit di laksanakan jika tidak di pahahami dengan sungguh-sungguh.
Dulu banyak sekali orang yang memandang sebelah mata profesi menjadi seorang PR apalagi kuliah di jurusan PR. Namun konyel memiliki alasan tersendiri untuk memilih PR “ Hobi aku ngomong dan gerak. Satu-satunya prodi yang mengerti adalah komunikasi! This is my passion” ujar Konyel. Dan dia beranggapan “PR itu fleksible dan emang lagi dibutuhan banget. Sekarang nama PR gak sekedar humas atau PR lagi. Udah banyak perkembangan yang ujung-ujunya ya juga PR. PR teh bagian yang sangat penting dalam perusahaan.”

Pernyataannya memang dapat di pertanggung jawabkan, karna kini profesi PR tidaklah hanya sekedar berbicara namun menjadi titik vital jalannya sebuah perusahaan, karna PR menjadi pusat informasi pihak internal perusahaan maupun eksternal perusahaan.

Kamis, 23 Oktober 2014

Sandaran Hati

By Letto

Yakinkah ku berdiri, di hampa tanpa sepi
Bolehkah aku mendengarmu
Terkubur dalam emosi, tanpa bisa sembunyi
Aku dan nafasku merindukanmu

Terpurukku di sini, teraniaya sepi
Dan kutahu pasti kau menemani… yeah
Dalam hidupku, kesendirianku

Reff:
Teringat ku teringat, pada janjimu ku terikat
Hanya sekejap ku berdiri, kulakukan sepenuh hati
Tak peduli ku tak peduli, siang dan malam yang berganti
Sedihku ini tiada arti, jika kaulah sandaran hati

Kaulah sandaran hati
Inikah yang kau mau, benarkah ini janjimu
Hanya engkau yang ku tuju
Pegang erat tanganku, bimbing langkah kakiku

Aku hilang arah tanpa hadirmu, dalam gelapnya malam hariku

Kembali ke Reff:

Pelengkap Hidupku

By Eren Feat RomiAku bagai laut tak bertepi dan tak berkarangAku bagai bintang yang tak ditemani malamMelihat dirimu ada senyum canda dan tawaYang membuat aku tak ingin pergi darimu
Teringat janji lamamu kepadakuTeringat aku teringatTeringat saat kau masih ada di siniTemaniku sepanjang hari
Bila kau pergi jauh ingatlah akuBila ku di sampingmu peluk tubuhkuBila kau rindu aku panggil namakuKu datang menemuimu
Peluk erat jasadku jangan lepaskanTetaplah kau di sini arungi malamKarena hanya dirimu belahan jiwaPelengkapku di dunia

HUJAN TELAH MELUPAKANKU


Angin dengan siulannya
Matahari dengan panasnya
Burung dengan sayapnya
Langit dengan birunya
Tapi,,,
Dimana hujan???
dia yang membawa kesegaran,
dia yang membawa kesejukan,
Di mana hujan???
Apa aku telah dia lupakan???
Kemarau berlalu panjang
membuat ku kering kerontangan
dan tak mampu bergoyang
dengan riang
Dimana hujan???
Dia telah melupakanku,
Dia telah membiarkanku
Terus menunggu,
Hingga layu,
Hujan tak akan datang,
Hingga rumput liar berganti
tanah merah yang membentang
dengan batu nisan dan peti mati

By: Rumput Liar

AKAN KU JAGA

Tahun ajaran baru telah tiba. Ujian cinta Noko dan Mira  mulai terasa.
Popularitas Janoko di Sekolah dan juga tampangnya yang ngga jelek-jelek amat membuat Janoko menjadi idaman para siswa baru.
Setiap harinya Janoko mendapat surat dari adik kelasnya. Hingga suatu hari saat kumpul anggota dan calon anggota OSIS.
"Ka, boleh minta waktunya sebentar?" Ujar seorang wanita.
"Oh iya, ada apa de?"
"Kenalin nama aku Sely Liana Nasution , biasa di panggil Sely. Boleh kenal ngga ama kakak?"
"Oh iya boleh ko, nama aku Janoko Setiaji, aku kelas 12 Akuntansi 2 dan di OSIS aku menjabat Sekretaris Umum, ada yang mau ditanyakan lagi?"
"Hehe kakak lagi sibuk ngga?"
"Ngga sih, sekarang lagi nyantai soalnya anak-anak belum kumpul emang kenapa?"
"Aku temenin nunggu ya, hehe. Oh iya ka, Janoko Setiaji tuh artinya apa ka?"
"Arti nama aku ya, Janoko itu nama lain dari seorang panglima perang di kisah mahabarata yang bernama Arjuna,jika di tanah sunda Janaka, tapi karna aku asli Jawa makannya pakai Janoko. Dan Setiaji artinya Ilmu kesaktian. Jadi bisa di simpulkan Janoko Setiaji artinya Panglima Perang yang Berilmu Kesaktian. Tapi banyak yang mengartikan yang lain juga."
"Oh gitu ka, oh iya maaf ka aku lancang. Kaka punya pacar ngga?"
"Eh kenapa nanyain pacar?"
"Ngga papa, jawab aja dong."
"Aku punya pacar, tapi dia ngga sekolah lagi sekarang, dia lagi kuliah di Jepang."
"Wih keren, namanya siapa kak?"
"Mirajane Luci Fitria, dia kaka kelas aku dulu."
"Oh, kaka niat buat nyari pacar lagi ngga buat sementara? hehe."
"Ehh kenapa nanya nya semakin membahayakan gitu?"
"Hehe aku tuh suka ama kaka, meskipun sekarang aku tau kaka punya pacar, aku rela ko jadi pelampiasan kaka."
"Hadeuh, kamu itu cantik de. Kenapa pengen ama aku yang biasa gini, trus juga aku punya pacar kan."
"Aku ngga peduli kaka gimana, ngga peduli punya pacar juga. Yang penting kaka mau ngga jadi pacar aku?"
"Maaf de, bukan aku tak tertarik denganmu. Tapi aku telah berjanji pada diri ini, aku bakal jaga hatinya yang jauh disana. Sayang ku ke dia tulus adanya dan aku ingin selalu menjaga hatinya, aku tak mau menghianatinya karna aku pun tak mau dia menghianatiku."
"Oh gitu."
Wanita cantik itu pergi dengan tersenyum dan membuat Janoko heran.
Saat sudah tak terlihat Janoko ia menelpon seseorang.
"Ka, dia benar-benar luar biasa. Dia tulus menjagamu."
"Aku titip dia disana ya Sel."
Wanita yang ternyata memiliki hubungan dengan seorang yang dekat dengan Janoko.

Bersambung...

Jumat, 17 Oktober 2014

Pergilah Kasih

Seketika wajah Janoko memerah di peluk di hadapan umum.
Tiba-tiba seorang ibu-ibu naik ke atas panggung dan memuat Janoko terkejut.
“Eh, ibu yang tadi.”
“Oh jadi kamu to yang namanya Janoko. Yang bikin Mirajane sering teriak-teriak pas tidur.”
“Mamah ih, ko di bilangin. Eh mamah udah pernah ketemu ama Noko?”
“Tadi pas di jalan dia ketabrak ama mamah jadi liat aja sekarang pada luka gitu badannya”
“Ko bisa ketabrak kamu?”
“Nanti aku ceritain, sepulang acara ini ikut ke kost-an aku yu. Aku mau kenalin ama seseorang.”
“Boleh ngga mah?”
“Iya tapi jangan ke sorean pulangnya. Oh iya, kamu mau terus melukin Noko di depan umum Mira ?”
Mira pun melepaskan pelukannya dan menahan malu karna tak sadar di perhatikan banyak orang.
Ketika acara selesai, mereka berdua langsung pergi ke kost-an Janoko.
Ketika di depan rumah.
“Ibu... ibu “
Mira terkejut
Tak lama ibu Janoko membuka pintu
“Udah pulang Noko, itu siapa?”
“Ngobrolnya di dalem aja bu”
Mereka pun masuk ke dalam rumah.
“BU kenalin ini Mira.”
“Oh pacarnya Janoko ya?”
“ehh Iya bu”
Mira terlihat begitu gugup dan mulai salah tingkah.
“Bu, aku mau ibu jadi saksi disini. Aku janji sama diri aku, aku bakal jagain Mira dan bakal setia ngejaga hatinya. Aku ngga mau kecewain dia dan aku mau ibu ngijinin hubungan kami. Sebentar lagi Mira mau lanjut study di Jepang, alhamdulillah dia dapet beasiswa.”
“Wah hebat nya, tentu ibu mengizinkan hubungan kalian, saling jaga hati meski kalian jauh.”
”Iya bu, aku juga sayang sama Janoko. Mungkin pertemuan kita sekarang Cuma sebentar. Soalnya malem ini juga aku harus berangkat ke Jepang.”
“Hati-hati kamu di sana ya nak, ibu doakan kamu sukses disana dan berjodoh dengan Janoko.”
Janoko mengantar Mira pulang.
Sesampainyya di rumah Mira sudah di tunggu oleh supir yang akan mengantarnya ke bandara.
“Kan ku biarkan si rumput ini kering
Hingga saatnya air kembali turun
Tak apa jika kemarau panjang
Datang menghantam
Namun rumput tetap kan bersabar,
Kasih cinta ini akan selalu menunggu kepulanganmu air.”
Sedikit meneteskan air mata saat Mira harus meninggalkan Janoko juga keluarga.
“Mirajane jangan lupa kasih kabar ke mamah ya kalau udah sampai, kamu hati-hati disana.”
Sedikit Menetes air mata janoko saat berkata
“Pergilah kasih
Kejarla keinginanmu
Selagi masih ada waktu
Jangan hiraukan diriku
Aku rela berpisah
Demi untuk dirimu
Semoga tercapai segala keinginanmu.”

“Aku hanya pergi tuk sementara
Bukan tuk meninggalkanmu selamanya
Aku pasti kan kembali
Pada dirimu
Tapi kau jangan nakal
Aku pasti kembali.”
Perpisahan mereka terjadi sesaat mereka akhirnya bersatu.

Bersambung...


Kamis, 16 Oktober 2014

Mirajane Luci Fitria

Persidangan telah selesai di laksanakan, Janoko kini tlah bebas.
Janoko di antar ibunya pulang ke tempat kos nya. Tiba-tiba ia berhenti.
“Bu, aku harus pergi ke sekolah sekarang.”
“Mau apa Noko? Kamu baru pulang dari persidangan.”
“Aku harus menemui seseorang yang penting untuk ku. Aku pergi dulu bu.”
Janoko bergegas menuju ke sekolah.
Hari itu adalah hari dimana acara perpisahan kelas 12 di sekolahnya.
Sudah jatuh tertimpa tangga. Pulang di sidang dia bergegas ke sekolah, di tengah perjalanan tertabrak mobil pula.
“Nak kamu ngga papa?”
“Ngga papa bu.”
“Eh tapi itu badan kamu pada lecet.”
“Ngga papa bu, udah biasa ko lecet gini.”
“Kamu mau kemana nak, kayak buru-buru gitu,mari ibu antar.”
“Makasih bu, kebetulan saya mau ke sekolah saya.”
“ Dimana sekolah kamu?”
“SMK N 1 BANJAR, ibu tau.”
“Kebetulan, ibu mau kesana.”
Janoko pun pergi kesekolah di antarkan ibu itu.
Sesampainya disana ia berpisah dengan ibu itu, dan langsung pergi ke ruang medic dan meminta P3K pada yang sedang bertugas. Saat sedang di obati, terdengar ada sebuah pengumuman.
“Baiklah, mari kita panggil siswa terbaik tahun ini yang juga menjadi siswa nilai ujian tertinggi. MIRAJANE LUCI FITRIA.”
Janoko terkejut mendengarnya.
Selesai di obati, Janoko langsung menemui MC acara itu.
“Pa, tolong kasih saya sedikit waktu pas hiburan nanti. Saya harus menyampaikan pesan.”
“Baiklah, tapi jangan lama ya.”
Saat tiba waktu hiburan, terdengar Janoko beryanyi.
“Oh bukanlah cantikmu yang ku cari
Bukanlah itu yang aku nanti
Tetapi ketulusan hati yang abadi
Ku tau mawar tak seindah dirimu
Awan ta setakjub tatapanmu
Tetapi kau tau yang ku tunggu
Hanyalah, senyumanmu.”
Mira terkejut Janoko datang, karna dia telah mulai putus asa dengan menghilangnya janoko
“Permintaan dariku pribadi, MIRAJANE LUCI FITRIA tolong naik ke atas panggung.”
Terdengar sorak sorak hadirin yang menyemangati Mira agar naik ke panggung. Dengan malu Mira naik ke atas panggung.
“Aku tau, beberapa saat aku menghilang dari hidupmu
Entah kau membutuhkan ku atau tidak
Kau layaknya air dan aku layaknya rumput yang terinjak
Mungkin kau tak membutuhkan ku
Karna masih banyak tanaman yang menginginkanmu
Namun, aku si rumput tak bisa hidup tanpamu
Kini rumput bertanya,
Maukah kau mengisi hari rumput yang kering tanpamu?”
Mira menjawab
“Air memang bisa kemanapun
Namun, air hanya bisa pergi ke tempat yang lebih rendah
Tapi, rendah tak harus rendahan
Jika memang rumput bisa membuat bahagia air
Mengapa air harus mencari yang lain?
Izinkan air ini menjadi pendamping si rumput
Dan menjadi kekasihmu.”
Mira memeluk erat Janoko dengan tangis haru.


Bersambung...

Selasa, 14 Oktober 2014

Sidang T.A 2x setahun, mahasiswa lebih tenang

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTXiR7AsCc0g11OiaYq65wK8v7Y0h5XSRr_GhDUkkHTKR-8wMaj6gNews Release



Ordinary Release
Kontak :
Imam Setiaji
Jl. Pahlawan no.21 Bandung
089675588884
Ig: imamsetiaji
Twitter: @imamsetiaji12
Sidang T.A 2x setahun, mahasiswa lebih tenang
Pentingnya sidang T.A dan juga ketenangan mahasiswa dalam menyusunnya
Bandung,28 September 2014. Sidang T.A ( Tugas Akhir) untuk Wisuda bulan Nopember 2014 POLITEKNIK LP3I BANDUNG tahun ajaran 2011/2012 yang dilaksanakan di kampus pusat  POLITEKNIK LP3I BANDUNG yang dimulai sejak 1 september 2014 hingga 31 oktober 2014. Sidang yang diikuti oleh mahasiswa reguler dan karyawan angkatan 2010/2011 dan 2011/2012 berjalan lancar meskipun terganggu oleh acara di halaman kampus. Antusias dan grogi terlihat dari para mahasiswa-mahasiswi namun mereka tetap semangat karna sidang T.A menjadi salah satu syarat untuk lulus setelah melewati prosedur dan mendapat jadwal sidang.
·         Salah satu syarat mengikuti sidang T.A adalah sudah bekerja, hal ini berimbas pada pembagian waktu mahasiswa untuk bekerja dan merampungkan T.A.
·         Tak sedikit yang kesulitan membagi waktu dan khawatir tidak bisa menyelesaikan T.A sebelum deadline dan khawatir tidak bisa mengikuti sidang T.A pada tahun seharusnya dia lulus.
·         Tidak sedikit mahasiswa 2011/2012 yang tidak mengikuti T.A untuk wisuda bulan Nopember.
·         Mahasiswa yang belum mengikuti sidang T.A masih bisa mengikuti sidang T.A untuk wisuda pada bulan Mei tahun depan.
·         Mahasiswa dapat mengikuti sidang jika sudah memenuhi semua prosedur yang sudah di tetapkan kampus Politeknik Lp3i Bandung.
Sebuah kebijakan dan sistem yang mempermudah mahasiswa yang harus membagi waktu bekerja dan menyelesaikan T.A, membuat mahasiswa lebih tenang juga lancar dalam melakukan semua kegiatannya. Ketenangan dan kelancaran dalam melaksanakan tugas apapun mampu meningkatkan kualitas pekerjaan maupun tugas lainnya.

***

Ibu

Ara dan ayahnya terus mencari bukti untuk membebaskan Janoko. Pada saat itu Mira belum membuat laporan untuk kasus Tyo.
Hari demi hari dilewati Janoko di balik jeruji besi. Seminggu sebelum persidangan, Janoko menulis sebuah surat untuk ibunya.
“Bu, saat ini Janoko sedang menghadapi sebuah ujian yang begitu sulit sehingga Janoko tidak bisa pulang. Janoko sadar Janoko bukanlah anak yang baik yang bisa selalu membanggakan ibu, tapi Janoko akan selalu berusaha membuat ibu bangga, tolong doakan Janoko ya bu suapaya bisa melewati segala ujian ini. Janoko Sayang Ibu.”
Sepintas surat singkat yang ia titipkan kepada Ara. Ibu Janoko hanyalah pedagang jajanan pasar yang sudah lama menjanda dan hidup bersama adik Janoko, ibunya termasuk sangat sabar karna kelakuan Janoko yang memang sering membuat masalah. Ibunya sadar dia seperti itu karna kesalahannya yang kurang bisa mendidik nya.
Sesampainya Ara di rumah Janoko.
“Permisi...”
“Iya tunggu sebentar, eh ada Ara. Tumben main Ra, silahkan masuk dulu.”
“Iya bu. Bu ini aku dapet titipan surat dari Janoko ih bu.”
“Oh gitu, cba ibu baca suratnya.”
Ibunya membaca surat itu dengan sedikit perasaan gundah, karna tak biasanya Janoko mengirim surat.
“Ara tolong jawab jujur.  Ada masalah apa Janoko?”
“Anu...aku ngga tau bu.”
“Jujur aja ra, ibu tau kamu ngga bisa bohong. Janoko ngga biasanya ngirim surat isinya kaya gini pula.”
“Euuumm. Sebenernya Janoko sekarang di penjara bu.”
“Apa,,,,,,,,,, Kenapa ?Dia buat salah apa?”
“Janoko ngga salah bu, justru Janoko selametin aku. Tapi Janoko do fitnah, sekarang ayah lagi memperdalam kasus ini supaya Janoko bisa di vonis tidak bersalah . Sidangnya tanggal 21 Mei di pengadilan di kota. Tolong doa nya ya bu. Sekarang Ara pamit dulu.”
Ara pergi meninggalkan ibu Janoko. Ibunya hanya bisa terus berdoa setiap hari.
Hari persidangan tiba. Janoko merasa pasrah akan nasibnya karna dia memang merasa bersalah karna menghajar Tyo sampai pingsan.
Tyo merasa kemenangan sudah di tangannya karna ayahnya sudah meminta kepada hakim temannya agar memenangkan  anaknya.
Saat persidangan akan dimulai, tiba-tiba Ara datang bersama ayahnya. Tyo tak tau Ara masih di kota dan menjadi saksi. Tyo hampir pingsan saat ternyata ada saksi lain, ibu Janoko yang datang dan duduk paling belakang terus berdoa untuk anaknya.
Sidang di mulai, saat pembacaan saksi di mulai keadaan mulai sedikit ricuh karna Tyo terus-terusan menyangkalnya. Ayahnya pun tertunduk malu karna melaporkan kasus itu.
Pada saat persidangan hampir di tutup, Ara menyampaikan kesaksian dan juga pengaduan dan membuat Tyo semakin panik.
“Saya Sembadra Putri Istiqomah akan menyampaikan kesaksian dan mengajukan pelaporan . Janoko tidak bersalah, justru dia yang menyelamatkan saya saat saya hampir di perkosa oleh Tyo Waluyo. Atas dasar kasus ini saya melaporkan Tyo Waluyo terhadap pihak yang berwajib atas pasal percobaan pemerkosaan.”
Tyo terus-terusan berteriak
“aku ngga salah...aku ngga salah....”
Ayahnya tertunduk malu.
Akhirnya hakim memutuskan Janoko tak bersalah dan juga menetapkan Tyo yang bersalah.
Janoko sangat berterima kasih pada Ara dan yang lainnya karna telah membantunya.
“Noko ada yang pngn ketemu kamu,ikut aku bentar yu.”
“Kemana Ra,... “
Janoko terkejut.
“Ibu... Maafin Janoko bu, terus bikin masalah buat ibu. Makasih ibu baca surat Janoko dan kasih doa buat Noko.”
“Kamu melakukan hal yang benar nak.”
Tangis haru terasa menyayat hati ketika doa seorang ibu menyelamatkan anaknya dari kejahatan.

Bersambung...


Senin, 13 Oktober 2014

Saksi

Hari ujian Mira tiba, ia dan Janoko tak akan melakukan komunikasi apapun dengan Janoko dengan alasan agar tidak mengganggu konsentrasi Mira.
Awalnya Janoko berniat untuk pulang kampung, namun saat dia akan keluar rumah tiba-tiba ada 2 orang polisi mencegatnya.
“Ada apa pak?”Tanya Janoko.
“Cepat ikut kami ke kantor, anda di duga bersalah dalam kasus penganiayaan terhadap anak hakim.”Ujar polisi.
Janoko dengan pasrah ikut ke kantor polisi, tanpa memberi tau Mira.
Di kantor polisi ia bertemu dengan orang yang ia hajar.
“Busuk-busuk lo di penjara.”Ujar orang itu sambil tertawa.
Janoko hanya bisa terdiam dan berfikir bagaimana caranya supaya dia bisa bebas dari jeratan hukum. Tak lama Sembadra datang menemuinya.
“Noko, kamu ngga papa kan?” Tanya Ara sambil menangis.
“Aku ngga papa ko Ra. Cuma sekarang aku lagi bingung aja gimana caranya biar aku bisa dinyatakan tidak bersalah.”
“Pa, Janoko di tangkap karna kasus apa pa?” tanya Ara pada Polisi.
“Dia di duga melakukan tindak kekerasan pada saudara Tyo Waluyo dan percobaan pemerkosaan terhadap saudara Sembadra Putri Istiqomah dan laporan ini di berikan oleh saudara Tyo Waluyo sebagai korban dan saksi di dampingi oleh ayahnya.” Ujar pa Polisi.
Ara terkejut mendengar pernyataan polisi yang berkata percobaan pemerkosaan.
“Noko, aku pulang dulu. Aku usahakan kamu bakal segera bebas ya.” Pamit ara.
Ara bergegas pulang ke rumah dan berunding dengan ibunya. Tak lama setelah ia membicarakan hal yang menimpa Janoko, ia meminta ayahnya yang seorang pengacara segera pulang dari kantornya untuk menjadi pengacara Janoko.
 Setibanya di rumah, Ara langsung mengajak ayahnya ke kantor polisi untuk mengadakan penyelidikan kasus untuk membela Janoko.
Di lain pihak Tyo yang tak mengetahui bahwa Ara yang ia kira akan pergi ke luar kota karna urusan sekolah ternyata tidak jadi pergi. Di rumahnya, ia mengundang teman-temannya untuk berpesta merayakan kemenangan memasukan Janoko ke penjara.
“ Hahaha ngga tau dia siapa gue, berani-beraninya dia nyari masalah ama gue. Di persidangan nanti bokap gue bakal bikin dia ngebusuk di penjara. Hahaha.” Tawa Tyo.
Ara dan ayahnya terus mendalami kasus itu, beberapa hari Janoko mendekam di penjara. Dia hanya bisa terus berdoa dan tidak berani memberi kabar pada orang tua nya mengenai apa yang terjadi pada dirinya.
Saat Ara pulang dari penyelidikan, ada seorang temannya menunggu di rumah.
“Eh Tina, tumben main. Masuk yu ngga enak di luar.”
Ara dan Tina melanjutkan percakapannya di dalam rumah.
“Ra ada hal penting yang harus aku sampaikan. Sebenarnya pas kamu hampir di perkosa aku sembunyi dan liat kejadian itu, mungkin aku bisa bantu kamu ngebebasin temen kamu dari masalah.”
Sebuah titik terang telah datang.
“Yah, aku dapet kabar bagus. Temen aku ada yang liat kejadian itu dan katanya ia mau bantu, apa dia bisa jadi saksi yah?”
“Bagus lah, tentu saja bisa. Ayah mau ketemu dia besok bisa ngga, persidangan udah tinggal beberapa minggu lagi.”
Teman Ara menyanggupi permintaan ayah Ara.
Ujian Mira telah selesai dilaksanakan. Dia bermaksud untuk menemui Janoko di Kost-annya.
Mira bingung saat tiba di Kost-annya ia tidak menemukan siapapun disana, coba Mira hubungi ponselnya pun tidak ada jawaban.
Mira pulang dengan gundah karna semenjak ujiannya selesai Janoko tidak memberi kabar apapun padanya.

Bersambung...


Minggu, 12 Oktober 2014

Hati


Mimpi itu mengembalikan semangat dan juga keceriaan Janoko, Janoko sudah menemukan kembali dirinya yang dulu. Hubungannya dengan semua temannya membaik, Mira pun bisa kembali merasakan senyum hangat Janoko dan hubungan mereka pun semakin dekat.
Hari-hari mereka lewati penuh kebahagiaan, hingga tiba saat nya ujian akhir bagi Mira.
“Besok adalah hari yang sangat menentukan untuk ku , apakah kelak aku akan menangis, atau aku akan tersenyum bahagia.”Ucap Mira sambil bersandar di bahu Janoko.
“Tak perlu kau risau akan datangnya sebuah ujian, sebuah ujian bukan yang menentukan bagaimana kau nanti. Jika semua usaha yang kau lakukan sudah kau rasa maksimal, tuhan pun akan memberikan jalan yang selebar-lebarnya.”Ucap Janoko.
Tiba-tiba Janoko terdiam.
Sebuah ingatan masa lalu tentang seorang wanita tiba-tiba datang.
“Mira, aku pergi dulu ya entah kenapa aku tiba-tiba ngga enak badan.”Ucap Janoko.
Janoko pergi meninggalkan Mira dengan perasaan gundah, Mira merasa ada yang aneh dengan Janoko dan berniat untuk mengikutinya, namun.
“Mir, tunggu...” Ujar Dida teman sekelas Mira.
“Ada apa Da?”Tanya Mira
“Katanya mau belajar bersama, itu anak-anak udah nunggu kamu di rumah Indra.” Ujar Dida.
“Oh iya, ya udah ayo berangkat”. Ucap Mira.
Mira akhirnya mengurungan niatnya mengikuti Janoko.
Janoko terus berjalan namun ia berjalan bukan ke arah tempat tinggalnya, malah mengarah ke sebuah taman. Dia duduk di bawah sebuah pohon sambil menatap langit dan bertanya-tanya dalam hati tentang apa yang membuatnya terbawa ke tempat itu.
Dari kejauhan terdengar sebuah percecokan antara lelaki dan wanita.
“Lu jangan kecakepan dan jangan munafik deh, gua tau lo tuh suka ama gua. Tinggal lo nurut aja ama gua dan kita pacaran.”Ucap seorang lelaki.
“Ngga, aku ngga mau ama kamu. “ Ujar seorang wanita.
“Ahhhh gua ngga tahan liat body lo yang tinggi sexy. Biar gua lakuin apa yang gua mau. Disini jarang banget ada orang jadi gua bisa lakuin apapun ama lo.” Ancam Laki-laki.
Janoko berlari mencari asal suara itu. Di kejauhan terlihat wanita yang tak asing untuk Janoko, dan Janoko langsung berlari menghampirinya.
Perkelahian terjadi antara Janoko dan lelaki itu, Janoko yang tak mengenal orang itu tak segan menghajar orang itu dan membuat banyak luka di tubuh dan wajah lelaki itu.
“Berani lo nyentuh dia, ngga segan gua abisin lo bangsat.” Amarah Janoko memuncak dan terus hajar lelaki itu hingga pingsan.
“Kamu ngga papa?” tanya Janoko pada wanita itu.
“Aku ngga papa, kamu kenapa lakuin hal itu lagi Noko?” Tanya wanita itu sambil menangis
“Mengertilah, aku tak bisa melihat kau tersakiti oleh siapapun, aku tak kuasa menahan amarah jika wanita yang kusayangi di sakiti seorang lelaki.” Tegas Janoko.
“Tapi ngga usah sampe gitu Noko, kamu bisa kena masalah kalo kayak gini.”Ujar wanita itu.
“Aku tak peduli apapun yang akan terjadi padaku, asalkan kamu ngg papa Ra. Aku sayang kamu Sembadra, jangan larang aku menghajar orang yang berani mengganggumu.”Ucap Janoko.
"Gimana kamu bisa disini Janoko, tempat ini kan jauh dari tempatmu?tanya Ara"
"Aku pun tak tau, aku merasa tak enak hati dan tiba-tiba aku berjalan dan sampai disini, mungkin cinta ku padamu terlalu besar sampai aku bisa merasakan jika kau sedang terancam dan akhirnya hatiku membawaku kesini.."Ucap Janoko
Janoko tak sadar sebuah masalah besar telah menghadangnya. Sebuah cinta tak harus berlebihan, karna hal apapun yang berlebihan pastilah tak baik.


Bersambung...

Kamis, 09 Oktober 2014

RUMPUT DAN EMBUN

Image result for rumput dan embun
Berucap tapi tak bersuara,,,
Diamnya menjerit,
Hatinya terus menangis jera,,
memaksanya bangkit,
Hai rumput liar,,,
percuma kau tumpahkan itu...
seisi air di dalam matamu...
tak akan pernah mampu,
membuat dunia tau,,,
biarkan saja lukamu,,, berlalu,,, pilu,,,
Rumput liar,,,
Kau tersesat ,
keindahanmu kini tertutup rapat,,
Oleh tumpukan batu-batu berat,,,
Tapi Ingat,,,
terkadang keindahan tidak selalu terlihat,
Oleh para bangsat,,,
yang terlaknat,,,
Oleh para buaya darat,,,
dan penjilat...
Rumput liar,,,
pagi kan datang membawa kesejukan,
membawa kesegaran,,,
tinggalkan malam, nyalakan sinar,,,
kemudian kau pun terbangun,,,
dengan keindahan yang terpancar,,,
Bersama tetesan embun,,,


Karya : Si Rumput Liar

Istirahat


Palastri pergi dengan perlahan, di tengah hujan ia menangis seolah tak di hargai keberadaannya. Janoko dan Mira malah asik-asikan pulang bersama.
Palastri seolah kehilangan semangat saat melihat mesranya Mira dan Janoko, seolah pupus semua harapan miliknya. Di tengah perjalanan ia seolah melihat sosok adiknya yang sudah meninggal sedang menangis di tengah jalan, seketika ia pun menghampiri.
Namun saat da menghampiri, tiba-tiba si anak kecil menghilang. Seketika Lastri terkejut melihat kejadian itu. Hujan semakin deras, tak sadar dari kejauhan ada sebuah truk yang ngebut dan...
Seketika Palastri tewas di tempat .
Ke esokan harinya Janoko dan Mira masih ceria-ceria saja seperti biasa, namun saat Janoko sampai di kelas ternyata wali kelas sudah menunggu dan memberi pengumuman.
“ Kabar duka datang dari keluarga kelas kita. Sahabat kita, teman kita Palastri. Kemarin meninggal dunia saat perjalanan pulang sekolah.”Ucap ibu wali kelas dengan mata yang sudah memerah.
Janoko terdiam, air mata tak sadar keluar dari matanya.
“Ngga mungkin bu,kemarin juga kita pulang bareng ama aku ama Mira, masa dia sekarang udah ngga ada.”Tutur Janoko dengan air mata kesedihan teramat dalam.
“Ini bener Noko, saat pulang sekolah kemarin ia tertabrak mobil. Rencananya nanti jam 8 semua guru dan siapa saja yang mau ikut melayat akan menghadiri pemakamannya.” Ujar Ibu wali kelas.
Janoko memutuskan untuk ikut ke pemakaman Palastri.
Saat pemakaman berlangsung Janoko terlihat teman Palastri yang paling sedih ketika Palastri meninggal.
“Kau adalah teman terbaik yang pernah ku miliki, kau adalah selimut di tengah badai salju, kau laksana air di tengah kekeringan. Selamat tinggal sahabat. Istirahatlah doa ku menyertai kepergianmu,semoga tuhan menerima semua amal perbuatanmu dan mengampuni segala dosamu.” Ucap Janoko dalam tangisnya.
Malam setelah pemakaman itu Janoko tak bisa tidur terus terbayang kenangan bersama Palastri dan saat terakhirnya melihat Palastri.
“Harusnya kemarin kita pulang bertiga, tapi aku egois terlalu mikirin Mira.” Sesal Janoko.
Rasa bersalah terus menghantui Janoko seolah dia penyebab terjadinya insiden itu.
Hari – hari berlalu di temani kesedihan dan rasa bersalah. Setiap pulang sekolah Janoko selalu mampir ke Makam Palastri sambil membawa bunga, setiap hari di sekolah pun dia terlihat murung. Hingga suatu hari saat di kelas tiba-tiba Mira datang dan menampar Janoko.
“Lo kenapa bego?” Ucap Mira dengan penuh amarah.
“Aku ? aku hanya .... aku tak tau aku kenapa.”ucap Noko dengan bimbang.
“Lo bukan Janoko , beberapa hari ini gua liat lo gini terus, gua ngga tahan liat lo gini, lo sadar ngga sih Palastri juga ngga mau liat lo gini, dia mau lo bahagia, dia selalu suka liat lo yang ceria, bukan lo yang gini. Gua lebih tersiksa lagi ngga bisa ngapa-ngapain liat orang yang gua sayang sedih terus-terusan, lo ngerasa bersalah gitu atas meninggalnya Palastri? Lo bodoh kalo lo mikir gitu, yang bikin dia Meninggal tuh bukan lo, tapi emang udah waktunya dia di ambil ama tuhan.”Ucap mira dengan air mata menetes dari matanya.
Mira pergi dari kelas sambil menangis, Janoko hanya terdiam.
Pada malam itu ia berdoa pada tuhan.
“Tuhan, apa yang aku lakukan hingga ku rasakan kepedihan ini, kenapa tak kau ambil nyawaku sekalian, mengapa kau berikan rasa bersalah teramat dalam di hati ini tuhan, aku tau apapun yang kau berikan pada ku pasti kau memiliki maksud yang lebih baik. Semoga segera kau menjawab doa ini tuhan. Amin.” Tangisnya dalam doa.
Tak seperti biasanya setelah berdoa Janoko merasa sangat ngantuk. Dalam tidurnya seolah ia melihat seorang wanita dan dia menghampirinya.
“ Sepertinya aku mengenalmu.” Ujar Janoko.
Wanita itu berbalik, Janoko terkejut itu adalah Palastri.
“Noko, kamu ngga harus sedih atas terpisahnya kita, kamu ngga salah memang sudah waktuku untuk meninggalkan mu, aku seneng aku bisa mengungkap hati ini buat kamu, jaga siapapun orang yang menyayangimu ya Janoko. Jangan kecewain dia.”Ujar wanita dalam mimpi Janoko.
Janoko pun terbangun dan tersenyum.
“Kau begitu cepat menjawab doa’ku tuhan.”ucap Janoko.
Janoko kembali ceria seperti biasanya.


Bersambung...

Rabu, 08 Oktober 2014

Hanya Ini Yang Bisa Ku Beri

Mira terdiam melihat Janoko di peluk Palastri, Janoko mencoba melepaskan pelukan itu.
“Mira kamu salah paham, Lastri lepasin!” Ucap Janoko sambil menahan amarahnya pada Palastri.
Mira perlahan meninggalkan ruang kesehatan tanpa berucap apa pun.
“Lastri, kamu apa-apaan sih lepasin aku.” Bentak Janoko.
“Aku ngga mau ngelepasin kamu, aku mau kau jadi milikku.”Tegas Palastri.
“Kamu ngg sayang sama aku, kamu Cuma ingn memiliki ku. Kamu Cuma terobsesi bukan ingin menyayangi atau pun mencintai, bulshit kamu sayang sama aku kalo kamu kayak gini. Harusnya orang yang kamu sayang itu kamu jaga dan kamu mau berusaha untuk membuat bahagia, tapi tak harus memiliki. Aku pun menyayangimu Lastri, namun hanya sebatas teman.”Tegas Janoko.
“Tapi aku ingin bersamamu, aku ingin terus bersamamu Noko. Aku akan lakuin apapun untuk bisa terus bersamamu.”Ucap Palastri sambil menangis.
“Tak harus kau miliki aku pun kamu tetap bisa bersamaku. Aku hanya milik tuhanku karna satu-satunya cinta suci hanya bisa ku dapat darinya. Aku akan selalu ada untukmu asalkan aku sedang tak sibuk, hidup ini bukan hanya tentang orang yang kita cintai tapi masih banyak hal yang belum kamu liat Lastri. Mengertilah dan usap air mata yang membasahi pipi manismu itu, kamu itu cantik jangan sia-siakan paras cantikmu hanya untuk menangisi ku, jika kamu inginkan aku menjadi milikmu maka buatlah aku merasa bahagia dekatmu dan aku mencintaimu lebih dari sekedar teman.”Ujar Janoko sambil tersenyum.
Palastri pun mengerti akan apa yang Noko katakan.
” Baiklah, aku akan buktikan pada mu aku menyayangimu dan aku akan membuatmu menyayangiku lebih dari kau menyayangi Mira sekarang.”Ujar Palastri.
“Oh iya, bicara masalah Mira kamu harus jelasin ke dia apa yang sebenarnya terjadi di antara kita.”Ucap Janoko.
Setelah bel pulang sekolah Janoko dan Palastri menunggu Mira di gerbang sekolah.
“Mir,,, Mira... tunggu!” teriak Janoko.
Namun Mira seolah menghindarinya, namun Janoko dan Palastri mengejarnya hingga akhirnya bisa menghadang Mira.
“Teh maaf, mungkin teteh salah sangka tentang yang tadi, bukan Janoko yang peluk aku tapi aku yang peluk dia.” Ujar Palastri.
“Terus., aku harus pedulia gitu ama kalian, kalian mau gimana pun itu masalah kalian, terserah kalian mau ngapain juga.”Jawab Mira.
“Aku tau teteh peduli sama Janoko, aku tau teteh ngga mau kehilangan Janoko, kalo teteh ngga peduli sama kita, kenapa kemaren teteh ngehentiin aku pas mau coba melakukan hal intim ke Janoko”. Ujar Palastri.
Janoko terdiam mendengar pernyataan Palastri dan bertanya-tanya dalam hati apa maksudnya hubungan intim.
Hujan pun turun, Mira hanya terdiam tanpa kata dan Janoko coba menjelaskan keadaan yang tengah menimpanya tiba-tiba Mira mendekati Janoko dan membisikan sebuah kalimat di telinga Janoko.
“Aku sayang kamu, aku ngga mau kamu sakit, aku ngga mau kamu bermesraan ama cewek lain.”Bisik Mira.
Tiba-tiba suara gemuruh petir mengagetkan Mira dan langsung memeluk Janoko.
Mereka saling bertatapan dan tiba-tiba Janoko mencium kening Mira.
“Aku sudah menyukaimu sejak pertama kita bertemu, sebotol air yang kau berikan menjadi pemicu rasa cinta ini.”Ujar
Mira memeluk Janoko semakin erat.
“ Sebentar lagi aku ujian akhir, dan aku harap aku bisa lulus dengan baik. Aku ngga bisa pacaran Noko buat saat ini.”Ucap Mira.
“Ehh emang siapa yang ngajak pacaran ? PD banget ih aku ngajak pacara juga ngga hehe.” Ucap Janoko sambil menjulurkan lidahnya.
Mira merasa malu mendengar itu .
“Oh jadi kamu ngga mau pacaran ama aku, ya udah lupain aja apa yang aku bilang tadi.” Mira manyun.
“Hehe ngga mungkin aku ngga mau, aku ngerti ko keadaan kamu sekarang, kita jalani aja dulu semua ini seperti biasa ngga perlu jadi sebuah beban, pada dasarnya menyayangi seseorang bukanlah untuk jadi beban dalam hati, tapi jadi mood boster hati.”Ujar Janoko.
Janoko dan Mira yang sedang bermesraan lupa di sana ada palastri yang menangis melihat mereka.

Bersambung....



Riview Film Social Network


Review film Social Network

Film ini menceritakan kisah seorang Mark Zuckerberg, seorang mahasiswa di Universitas Harvard dan juga seorang programer. Dalam film ini di jelaskan bahwa Mark mendapat ide pertama membuat situs Facebook karna frustasinya dia terhadap putusnya hubungannya dengan pacarnya, yang mulanya dia membuat situs facemash dengan tujuan melampiaskan kemarahannya pada wanita-wanita di kampusnya. Namun saat dia bertemu dengan Winklevoss bersaudara yang bertujuan membuat sebuah situs hubungan untuk universitas Harvard, nama Mark yang rusak karna membuat facemash harus Mark bereskan, dari situ muncul ide membuat situs jalinan pertemanan yang bisa mengetahui berbagai informasi orang lain. Dengan bantuan temannya Eduardo Saverin dan Dustin Moskovitz dia berhasil menciptakan Facebook. Polemik terjadi ketika Saverin mulai menemukan peluang bisnis untuk memasang iklan di facebook. Pada suatu ketika Mark , saverin dan pacarnya menemui salah satu pengusaha bernama Sean Parker dan ini menjadi awal kesuksesan bisnis Mark dan retaknya hubungan Mark dan Saverin. Sean yang memang sudah memiliki banyak mitra bisnis pun menawarkan kerja sama pada perusahaan besar. Saverin yang tidak menyukai keberadaan Sean mulanya menolak, namun saat terjadi kesepakatan besar dengan sebuah perusahaan akhirhnya saverin menerima keberadaan Sean. Pada akhir kisah kesalahan Mark yang memasukan Sean sebagai anggota Facebook membuat Saverin keluar dari Facebook dan kepemilikan saham Saverin pun hampir hilang seluruhnya. Dalam film ini di gambarkan peranan penting sebuah media saat di ceritakan oleh sean, sebuah perusahaan yang mula nya perusahaan kecil , saat dia menggunakan internet sebagai pemasaran beberapa tahun setelahnya menjadi perusahaan dengan harga ratusan juta dollar, juga saat image seseorang yang bisa saja berubah drastis dalam sesaat karna pengaruh media sosial.