Promo

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Celoteh

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Contoh Tugas

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Janji

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Aku

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 30 September 2014

Amanah


Hari pertama sekolah dan acara penyambutan siswa baru di sekolah baru Janoko tiba. Seperti biasa ia hanya berjalan sendiri, namun tak di sangka ia bertemu wanita yang membuat ia terdiam sambil tersenyum.
“Pagi teh...”sapa Noko dengan senyumnya yang menawan pada wanita itu.
“hai.. pagi, akhirnya kita ketemu lagi y, oh iya maaf aku buru-buru nih sampai ketemu nanti.” Balas wanita itu sambil tergesa-gesa.
Bahagia campur kecewa terpancar dari raut wajah Janoko karna bertemu dengan wanita yang ia suka namun tak bisa berbincang lama.
Acara penyambutan pun dimulai. Pada saat perkenalan anggota OSIS Noko tercengang karna mengetahui wanita idaman itu adalah wakil ketua OSIS dan bernama Mira, seusai acara selesai Noko mencari wanita itu dan akhirnya bertemu saat sedang di masjid.
“Hei teh jangan pergi lagi, aku mau ngajak kenalan hehehe” ujar Janoko.
“Hehe iya, ngga akan kabur lagi oh iya nama kamu Janoko kan ? Kamu masuk sini lewat jalur olah raga?” Tanya Mira.
“iya bener banget, oh iya teh aku mau dong masuk ke OSIS.”Balas Noko
“Ok aku tunggu kamu join ama kita ya dan semoga kamu bisa betah disini,hehe”sindir Mira.
Sedikit percakapan yang membuat hati seorang remaja mulai merasakan lagi getar penasaran dalam dada.
Keesokan harinya ia mulai belajar di kelas dan terpilih menjadi Cover Boy juga ketua kelas. Tak banyak kisah terukir pada hari keduanya hanya sebuah kalimat yang ia ucapkan.
“Terima kasih teman-teman atas kepercayaan kepada saya, saya hanyalah seorang yang berasal dari desa dan sedang menimba ilmu, semoga kepercayaan ini bisa saya pertanggung jawabkan dengan sebaik mungkin dan saya mohon kerja samanya.” Tegas Janoko dengan ketegasan.
Seorang anak yang ingin menjadi panutan dan berani memegang amanah dan selalu bersyukur atas segala nikmatnya.

Bersambung...



Minggu, 28 September 2014

Cobalah megerti

Waktu berlalu, hari pengumuman penerimaan sekolah yang Janoko inginkan tiba, dan dia berhasil lolos masuk ke sekolah itu. Bahagia terpancar dari wajahnya karna menjadi satu-satunya siswa dari sekolahnya yang diterima melalui jalur khusus, namun kesedihan pun terpancar dari Sembadra yang merasa bahwa Noko akan jauh darinya dan mungkin akan melupakannya.

" Kau pasti akan menemukan gadis yang lebih dari aku di kota nanti." ucap Sembadra dengan wajah tertekuk.
" Aku akan menemukan banyak wanita yang jauh lebih baik darimu, namun kau hanya perlu tau 1 hal! Hati ini milikmu dan akan tetap milikmu, seindah apapun rupanya wanita yang akan menghampiriku kelak aku yakin hati ini tetap milikmu." tegas Janoko sambil tersenyum.

Sesaat Sembadra pun merenung dan sedikit menangis.

" Kamu itu udah punya semua yang aku butuhkan, mungkin kita ngg akan bareng lagi tapi hati ini akan tetap milikmu janganlah sedih aku pun tak akan melarangmu berbagi kasih dengan yang lain. Namun kamu harus ingat suatu hari nanti aku akan kembali padamu dan ku harap kamu masih tetap menyimpan hati dan kasihmu untukku."tegas janoko sambil mengusap air mata ara yang jatuh.

Peluk hangat pertama dan terakhir kalinya yang Noko berikan pada Ara dalam sebuah tangisan perpisahan yang lara dan sementara. 

" Aku pergi hanya sementara, hanya untuk mencari ilmu dan memperbaiki diri. Teruslah kau gapai citamu tanpa ku saat ini namun bantulah aku nanti dalam merajut rumah tangga yang indah antara aku dan kamu." kata terakhir Janoko ucapkan sebelum berpisah.

Bersambung,,,

Selamat tinggal kisah kelam


Setibanya Janoko di sekolah masalah telah menunggunya, tak lama setelah sampai 2 orang sebaya dengannya membawanya ke belakang sekolah dan langsung mulai berbincang dengan seorang laki-laki yang mengenakan baju sebuah SMA dekat sekolahnya.

"Maksud lo apa deketin cewe gue!? "ujar Si preman SMA
"Bukan gue yang deketin cewe lo, tapi cewe lo aja yang gatel nempel terus ke gue !" balas Janoko.

Setelah sebuah balasan yang menyulut terjadilah sebuah perkelahian yang tak adil Janoko harus melawan 3 orang sekaligus, meskipun di keroyok ternyata Janoko menang meski harus menderita beberapa memar. Tibalah 2 orang wanita cantik sambil berlari dan melerai pertengkaran itu, 2 wanita itu adalah Uli dan Sembadra keduanya adalah wanita yang dekat dengan Janoko dan Uli adalah pacar dari anak SMA itu.

"Aa kamu salah bukan Janoko yang deketin emang aku yang nyaman deket dia, lagian aku ngga suka ama sikap kamu yang kayak gini nyelesain masalah pake kekerasan aja. Kamu sekarang kalah mau apa kamu sekarang? kalo kamu gitu terus mending kita udahan aja !." Ujar Uli.

Tak lama si anak SMA meminta maaf pada Janoko dan meminta maaf pada Uli dan berjanji tak akan mengulanginya lagi.

Ini bukanlah kali pertama Janoko mendapat masalah karna wanita, sebelumnya ia pun sering mendapat masalah seperti itu dan juga menjadi sering berkelahi. Saat pulang ia berbincang dengan Sembadra mengenai sikapnya.

" Kamu itu anak baik Noko, tapi kenapa kamu sekarang gini? kamu dulu ga pernah mau cari masalah gini." ujar Sembadra.
" Apa kamu masih belum ngerti kenapa aku kayak gini? Apa kamu ga sadar kamu yang buat aku gini itu kamu. Kamu yang ninggalin hati aku, kamu yang ninggalin kebahagiaan aku!."Janoko menjawab dengan raut wajah kecewa karna kejadian yang tlah lalu.
"Bukan aku ingin ninggalin kamu, tapi aku ngga suka ama sikap kamu yang seolah bangga dengan semua wanita yang mendekatimu karna sikap burukmu."Tegas Sembadra.
"Aku yang salah. Tapi aku pasti bakal berubah jadi pribadi yang lebih baik dari sekarang, aku ngga akan mabok-mabokan lagi, aku ngg akan balap-balapan lagi,aku ngg akan ngerokok lagi aku janji dan aku harap kamu juga mau buka hati kamu lagi saat aku tak lagi sama."Ujar Janoko dengan senyum ketulusannya.

Janji yang terucap dari seorang anak SMP yang tulus mencintai mantan kekasihnya.

Bersambung...

Jumat, 26 September 2014

Kesan Pertama


Pagi cerah mengawali suatu pagi di sebuah desa. Nampak seorang anak muda yang akan mengikuti tes di sebuah SMK favorit di kota. Dia bernama Janoko seorang siswa asal sebuah desa yang tak begitu terkenal, bermodalkan pengalaman saat SMP menjadi atlit dia mencoba mengikuti tes masuk sekolah impiannya di kota. Berangkat buru-buru naik kendaraan umum malah sesampainya disana belum ada guru yang bisa ditemui. Sendiri terduduk dibawah pohon rindang sambil mendengarkan lagu dari handphonenya, tiba-tiba seorang ibu-ibu menghampirinya dan berkata "Dek, mau ikut tes? Kalo mau silahkan langsung saja ke lapang basket". Saat di lapangan dia bertemu dengan guru olahraga yang akan memberi tes, tak di duga ternyata dia bertemu seorang wanita yang tak lain kaka kelasnya yang mengikuti ujian susulan. Tertegun sejenak janoko melihat wanita itu dan bertanya-tanya siapakah dia, Ujian selesai Janoko lalui dia beristirahat dibawah pohon, namun tak disangka wanita yang ia kagumi menghampirinya dan mengajaknya bercengkrama. Dengan senang sambil sedikit gugup ia berbincang dengan wanita itu hingga siang tiba ia harus kembali ke SMPny karna harus menyelesaikan masalah dengan temannya. Di perjalanan Janoko hanya bisa tersenyum dan merasa sedikit gundah karna terus membayangkan wanita itu tanpa ia mengajak berkenalan apalagi meminta kontak HPnya.

Bersambung......

Tidur tak berujung

Kematian
bukanlah akhir segalanya.

Kita bukan daun, 
yang bermula segar berseri,
lalu layu, mati dan... selesai

Kita manusia.

Di mana bagi kita,
kematian adalah justru awal segalanya.

Cerita cinta dibuka,
beriring cerita benci.

Seluruh rekaman 
potret kehidupan 
pun ditayangkan kembali.

Tersenyum atau menangis
di alam kematian
adalah pilihan
ketika hidup di dunia.
Akankah kita mengalami satu tidur,
yang tidak akan pernah kita bangun kembali?

Kado Ingat Mati

Kamis, 25 September 2014

Jualan

usa2corp.blogspot.com

Berbagai model baju cewe cowo ataupun couple tas jaket dll


Mengelola Event dan Merancang Event


BAB I
RANGKUMAN
Mengelola event adalah sebuah proses sejak merencanakan, mempersiapkan, pelaksanaan, hingga menyusun pelaporan.
Tahap Perencanaan (planing).
  1. Menetapkan konsep, misi, bentuk, target/sasaran, timwork, dll yang dirumuskan oleh tim kecil (tim kreatif).
  2. Menentukan langkah kerja dan penjadwalannya. (sertakan target ketercapaian).
  3. Merencanakan pendanaan.
  4. Mengumpulkan semua informasi yang terkait dengan event rancangan, seperti : no.telepon, email, sewa peralatan, chatering, artis, sponsor, nara sumber, dll.
Tahap Persiapan.
  1. Menyusun dan menetapkan tim pelaksanana yang sesuai dengan bidang yang dibutuhkan.
  2. Mengelola persoalan administrasi / kesekretariatan, seperti : penyusunan proposal, surat menyurat, MOU, logo, alamat darat, alamat eMail, website, ID Card, uniform (seragam), Handout, undangan, tiket, dll.
  3. Mulai memproses perijinan yang bersifat internal dan eksternal (seperti ; kepolisian, instansi terkait, pemadam kebakaran, medis, dll)
  4. Survei lokasi dan mencari informasi tentang penggunaan tempat.
  5. Pembuatan dan pengelolaan media publikasi, seperti Brosur, Poster, Pamflet, Spanduk/Baligho, dll. Media Sosial bisa saja digunakan untuk memperluas jaringan publikasi.
  6. Mengelola pendaftaran peserta / partisipan.
  7. Pendekatan kepada talent-talent (artis, narasumber, dll) yang dilibatkan dalam acara.
  8. Menyusun rancangan acara (rondown acara).
  9. Pendekatan dengan pihak-pihak penyandang dana.
  10. Melakukan pendekatan dengan semua penyedia jasa pengadaan peralatan yang dibutuhkan, seperti : Panggung, Sound System, Lighting System, Alat Komunikasi, Dekorasi, Listrik, Tenda, Fotografi, Video, Hotel, Kendaraan, dll.
  11. Mempublikasikan event, dihubungkan dengan peserta, partisipan acara, penonton, dll.
  12. Berkoordinasi dengan pihak keamanan setempat.
  13. Mengatur agenda persiapan akhir, loading area, logistic, gladi resik, check sound, dll.
  14. Mengadakan simulasi pelaksanaan. (awali dengan check peralatan teknis)
Selain mempersiapkan acara dalam mengelola event harus merencanakan dengan detail semua masalah yang dimungkinkan akan muncul dalam proses persiapan ini.
  1. Koordinasi para pelaksana (briefing). Gunakan Tanda Khusus (ID card).
  2. Pemeriksaan peralatan : Alat Komunikasi, Sound System, Lighting System, Video, In Focus, dll.
  3. Memposisikan semua personil di pos masing-masing.
  4. Membuka pintu masuk area, mempersilahkan peserta, penonton untuk masuk. (event sejenis seminar, workshop, lomba biasanya diawali dengan registrasi peserta).
  5. Persiapan pemateri, nara sumber, juri, talent, pengisi acara, dll.
  6. Menjalankan acara dengan selalu berkoordinasi dengan seluruh divisi penunjang, memonitor masalah yang muncul dan reaktif bertindak mengatasinya dengan tenang, memonitor durasi waktu. Sepanjang acara, MC (Master of Ceremony) selalu berusaha menjalin komunikasi dengan peserta/penonton.
  7. Memonitor peserta/ partisipan. Bertindak dengan tenang jika masalah muncul.
  8. Berkoordinasi dengan seluruh divisi.
  9. Pertimbangkan jadwal yang tepat kapan harus rehat, makan, shalat, dll.
  10. Menutup acara secara resmi, seperti : pengumuman pemenang, pembagian hadiah, dll.
  11. Membereskan semua peralatan dan kebersihan tempat yang digunakan.
Tahap pelaksanaan
1.      Melaksanakan kegiatan sesuai dengan konsep acara dan rondown acara

contoh gambaran memetakan pekerjaan dalam sebuah event.
PETA EO_up
Evaluasi
Setelah produksi selesai sebaiknya tim melakukan evaluasi dari keseluruhan acara guna memperbaiki kinerja kerja tim pada saat kontrak atau produksi yang lainnya. Hal ini sebagai motivasi buat keseluruh tim guna meningkatkan ide yang lebih kreatif dan imajinatif dalam menghasilkan sebuah karya.

Laporan
Laporan adalah sebuah bentuk tulisan yang menggambarkan sejauh mana ketercapaian sebuah acara, menggambarkan tentang berbagai kelemahan, menggambarkan tentang hasil atau ketercapaian. Apabila sebuah event merupakan bentuk kerjasama produksi, harus lebih mengangkat bagaimana citra sebuah produk mitra bisa diapresiasi peserta/ partisipan/ penonton yang terlibat. Alangkah lebih indah jika laporan dilengkapi media dokumentasi, seperti foto , video.

Dalam mengelola event kita harus mengetahui beberapa hal supaya tidak menimbulkan kesan event hanya hal yang asal-asalan. Hal yang harus kita ketahui ialah;
- Event menunjukkan kualitas organisasi,
- Event berperan dalam mencetak manusia produktif dan siap berkompetisi,
- Event membangun brand image.
Hal diatas ialah sebuah alasan yang harusnya menjadi penguat kita dalam membentuk sebuah event. Event sering bermula dari hanya sekedar angan-angan. Untuk mewujudkannya, kita harus mempersiapkan landasan yang kokoh. Idealnya ada tiga point sentral dalam sebuah event supaya tidak mubazir dan tidak sekedar jadi event pelengkap kewajiban organisasi yaitu konsep, prepare, dan eksekusi.
KONSEP
Yang pertama kali harus dilakukan adalah mengumpulkan orang sebagai pelaksana awal sebagai otak event. Ada banyak cara yang bisa ditempuh dan tergantung masing-masing individu untuk memilih kriteria apa saja yang cocok melakoni hal ini. Kelompok kecil ini yang membuat gambaran event sekaligus mengelola ide menjadi sebuah konsep. Sebagai referensi, terkadang ide-ide segar mengalir tanpa terbendung, tapi ntidak jarang juga ide itu berhenti dan bikin frustasi.
lahir dari proses adaptasi yang sangat panjang dalam kehidupan, dari ujung rambut sampai ujung kaki semuanya punya potensi mengembangkan ide, tapi jika sudah masuk tahap implementasi sering kali gagal di terapkan. Cara paling sederhana menyiasati hal ini adalah dengan dituliskan. Tulisan jadi penting kalau mengingat bahwa sebagian besar penyakit akut manusia adalah lupa. Sekedar corat-coret kadang diperlukan, karena tidak jarang ide brilian muncul dimana aja dan saat kapan saja. Ini yang patut diwaspadai, jangan sampai kita kehilangan ide brilian hanya karena kita lupa mencatatnya.
PREPARE
Yang kedua adalah mempersiapkan tim super untuk diandalkan dalam kepanitiaan. Tim ini yang nantinya bakalan jadi leader untuk panitia kecil yang ke depannya bakalan semakin bertambah kuantitasnya. Selain tim super, yang juga harus dipersiapkan adalah tim buat akses kedalam indormasi. Biasanya dinamakan event secretary Yang harus jadi catatan dalam proses ini adalah bahwa tiap penugasan dalam tim adalah sentral. Kerjasama adalah harga mati untuk sebuah kesuksesan acara Processing
Beberapa hal yang mutlak harus ada dalam kepanitiaan:
- Core Team Building (Panitia Inti),
- Quality Control Team (Tim Pengawas Kegiatan)
- Channeling Team.
Lanjut ke proposal. Dalam sebuah event keberadaan proposal menjadi sangat penting karena aneh membuat acara resmi jika tidak ada proposal. Ada 2 jenis proposal yang biasa di buat dalam perencanaan sebuah event : Legal Proposal dan Promotion Proposal Dalam beberapa situasi bisa bertambah satu lagi namanya trainer proposal. Begitu proposal selesai, kita mesti membuat database alamat plus nomer kontak untuk konfirmasi.
Lalu hal terpenting yang harus disediakan ialah uang. Besarnya budget akan mempengaruhi besarnya event semakin besar acara pasti membutuhkan budget yang banyak juga.
Segi perijinan juga penting karna jika tidak ada perijinan dihawatirkan terjadi misskomunikasi dengan beberapa pihak yang bersangkutan.  Rumitnya sebuat perijinan tergantung dari besarnya dan masa yang akan datang.
EKSEKUSI
Eksekusi adalah gambaran kesiapan panitia, performer, pendukung event serta pihak lain yang terlibat dan jangan lupakan keberadaan audience.
Untuk mendesain sebuah event sangat penting untuk menjawab beberapa pertnyaan seperti; Mengapa, untuk apa, bagaimana, kapan, dimana da siapa
Mengapa. Anda merencanakan sesuatu pasti ada dasarnya, ada latar belakang yang mendorong kekreativitasan Anda. Boleh dibilang pertanyaan ini harus menggambarkan mimpi dan cita-cita kita, idealis kita,  kebermaknaan bagi masa ke depan.
Untuk Apa. Anda mendesain sesuatu pasti harus ada manfaat yang ingin dicapai. Paling tidak dalam rencana ini sudah dipertimbangkan segmen pasarnya (sasaran). Dan bagi para partisipan tentunya harus mendapatkan nilai keuntungan (bukan hanya dilihat sudut materil semata).
Bagaimana. Pertanyaan ini bersifat teknis, bagaimana caranya acara tersebut dikerjakan. Jika perlu buatlah dengan desain proses (bagan/sistem), dari persiapan, pelaksanaan serta evaluasi/pelaporan. Tidak salah juga bila Anda menuliskan tentang perkiaraan berapa lama acara ini dipersiapkan.
Kapan . Kapankan waktu penyelenggaraan dan memperhitungkan kemungkinan jumlah pengunjung yang datang pada waktu tersebut.
Dimana. Lokasi yang strategis dan mudah dijamah oleh masyarakat akan sangat mempengaruhi ramainya sebuah event.
Siapa. Siapa adalah Anda beserta tim penyelenggara (EO) dan sasaran atau target pasar / segmen yang ingin diraih (spesifik : anak-anak, remaja putri, ibu-ibu, siswa sekolah, kalangan pelaku industri, pendidik, dll)
Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan sangat berpengaruh terhadap event yang akan kita laksanakan. Karna jika tidak membuat pertanyaan seperti itu akan terjadi miskomunikasi dan yang lebih parah bisa terjadi kegagalan event karna banyak hal yang tidak sesuai dengan keinginan.



BAB II
KESIMPULAN
Event bukanlah hal mudah untuk dilaksanakan karna melalui berbagai mekanisme juga membutuhkan persiapan yang matang, namun jika semua mekanisme bisa dijalankan dengan baik maka akan menghasilkan event yang baik pula.


Ceritaku


Namaku Imam Setiaji biasa dipanggil Tejo ataupun Imam. Aku lahir di sebuah kota kecil di Ujung timur Jawa Barat kota bernama Banjar pada 12 Januari 1996. Ku habiskan masa kecil dan remaja ku disana, sejak kecil aku biasa hidup dalam perjuangan keras karna tak pernah merasakan kasih sayang ayah, aku tinggal bersama nenek, ibuku dan 2 adik ku sekarang. Hidup tak selamanya akan mulus namun jalan berliku dan bergelombang bisa membantu kita mencapai sebuah mimpi yang indah. Sejak dulu untuk mencapai tempat yang fantastis haruslah melewati berbagai rintangan yang ada.

Sejarah Event Organizer dan Perkembangan Event Organizer

A.    Sejarah EO (Event Organizer)


EO (Event Organizer) atau yang sering di sebut Penyelenggara acara adalah penyelenggara kegiatan yang terdiri dari serangkaian mekanisme yang sistematis dan  memerlukan ketekunan, kesungguhan, serta kekompakan tim yang dimana acara tersebut dipadati dengan deadline, scheduling, pressure, dan teamwork solidity.
Di Indonesia sendiri EO sudah sejak lama ada, diperkirakan zaman raja-raja dahulu pola tersebut sudah dipakai pada acara-acara kerajaan seperti upacara ruwatan pusaka, perayaan, dan berbagai acara lainnya yang melibatkan banyak orang. Penanganan Event secara profesional di kembangkan di motori oleh “Sandra Tari Guruh Soekarno Putra” akan tetapi belum kembangkan dalam bentuk bisnis pada tahun 1960an. (hanya melayani untuk pementasan GSP saja). Bisnis Event Organizer berkembang secara pesat dan keseluruhan pada tahun 1970an yang dijalankan oleh beberapa team Off air Radio seperti Pampbors di Jakarta.
 Kelompok-kelompok kerja tersebut semakin maju saja di era 80an. Setiap pesta adat, setiap acara di sekolah ataupun kampus, di kampung-kampung terutama pada acara hajatan perkawinan, acara peringatan kemerdekaan negeri ini, dan acara massa lainnya. Semuanya ditangani oleh Event Organizer dengan pembagian tugas masing-masing bagi anggotanya yang lazim disebut panitia. Bahkan istilah panitia masih digunakan sampai saat ini di kantor-kantor pemerintahan, terutama pemerintahan daerah dan pedesaan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Isitilah EO (Event Organizer) ini mulai populer di Indonesia pade sekitar era 90an dan hanya dilakukan dibeberapa kota besar saja dan semakin populer lagi pada tahun 1998 pasca era krisis dimana begitu banyak tenaga kerja yang keluar dari perusahaan tempatnya bekerja dengan berbagai alasan dan mulailah mencari alternatif sumber penghasilan yang lain seperti EO. Dalam perkembangan EO dari dahulu sampai sekarang, EO sangatlah mudah dilakukan hampir semua daerah ditanah air kita ini. Setiap acara baik sederhana maupun acara besar sekalipun, baik peorangan maupun perusahaan, pasti mereka selalu memakai jasa EO (Event Organizer) yang diyakini bakal sukses dalam menangani sebuah acarang yang diadakan.
Untuk mendirikan sebuah EO diperlukan, motivasi, datanes, network, permodalan dana segar yang cukup, SDM yang dinamis dan pekerja keras, teamwork spirit, creativity, imagination dan konsep, keahlian individu yang tepat guna, personal yang baik, inisiatif yang tinggi, cermat dan tepat terhadap perkembangan yang terjadi. Orang-orang di berkerja menjadi EO mesti menerapkan Do Innovated Or Die, jadi di EO tersebut adalah kumpulan orang kreatif yang penuh inovatif. Siapapun bisa membuat atau menjadi EO (event Organizer), anak-anak sekolah atau Mahasiswa misalnya, bisa memulainya dari membuat acara Pentas Seni, Perpisahan, Perlombaan, dan lain-lain yang diadakan di lingkungan sekolah atau kampus. Tidak masalah kalau kita baru pertama kali mengadakan atau menangani suatu event, yang penting di sini kita bisa menghasilkan ide-ide yang kreatif dan cermelang yang bisa kita kembangkan menjadi sebuah konsep. Setelah konsep ada baru kita memikirkan bagaimana cara mendapatkan dananya misalnya dengan cara mencari sponsor agar acara tersebut bisa terlaksana dengan baik. Di bagian ini yang paling terpenting adalah kepercayaan orang terhadap kita semuanya akan jauh lebih ringan untuk dilaksanakan.

B.     Perkembangan EO (Event Organizer)


Event Organizer itu sendiri telah berkembang pesat di Indonesia khususnya Jakarta dan kota-kota besar lainnya, dari yang bergerak di bidang pertunjukan musik, pameran produk seperti (mobil, komputer, handycraft,motor,dll), sampai wedding pun tersedia. Event Organizer sangat membantu pihak-pihak yang berminat mengadakan event seperti launching product, company gathering, anniversary, exhibitions, seminar, promosi, talkshow dan sebagainya, dari tahap persiapan sampai dengan event berjalan lancar dengan baik, kemampuan dasar apa supaya sukses menjadi EO dan memuaskan para kliennya dan apa saja yang kita akan dapatkan dengan menggeluti profesi EO.

Fungsi EO dalam mekanisme sebuah penyelenggaraan event-event yang mengkoordinasi, melayani, men-support kepentingan para pihak. Misalnya Trainer, Trainee, Vendor Training, transportasi dll, media massa, serta pihak-pihak terkait lainnya. Perannya sangat penting melalui peran Event Organizer, anda tidak perlu pusing untuk sebuah event karena anda harus fokus dalam melaksanakan tugas pokok anda misalnya: training, seminar, workshop, raker/rakernas dll.


Seorang yang berprofesi sebagai EO ada prasyarat basic kemampuan yang harus dikuasai, dengan makin luasnya ruang lingkup dan kompleksitas pekerjaan yang ditangani maka kemampuan yang dibutuhkan juga semakin berkembang, misalnya networking, lobbying, negosiasi, presentasi, leadership dll.

Untuk menyiapkan sebuah acara (event), dibutuhkan serangkaian tahapan. Mulai dari perencanaan, persiapan, pendanaan, sampai prosedur teknis kegiatan itu sendiri dari awal sampai akhir. Bagi awam, ini adalah pekerjaan yang memusingkan dan menuntut kerjasama sebuah tim.
Sebelum menggelar sebuah acara, untuk tingkat acara yang sederhana saja misalnya akan di bentuk semacam panitia. Panitia ini adalah sebuah tim yang terdiri dari sekelompok orang dengan pembagian tugas masing-masing agar seluruh rangkaian acara atau kegiatan itu bisa terselenggara. Sukses tidaknya acara tersebut tergantung penuh pada kesiapan koordinasi dan kinerja panitia. Jika tidak, pastilah acara akan berantakan.
           
Nah, kebutuhan sebuah pengorganisasian yang matang dalam mempersiapkan dan menggelar sebuah acara ini menjadi peluang dalam bisnis jasa. Bukan hal baru jika di banyak kota, khususnya kotakota besar, sudah muncul dan berkembang beberapa jasa “Panitia” yang bisa mengorganisir berbagai macam acara dan kegiatan. Perusahaan yang menawarkan jasa seperti ini dikenal sebagai “Event Organizer”.

C.    Sejarah dan Perkembangan Bisnis Jasa

Jasa adalah setiap tindakan atau unjuk kerja yangditawarkan oleh salah satu pihak ke pihak lain yang secara prinsip intangibel dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilkan apapun.Sektor Bisnis Jasa ini telah mengalami peningkatan yang dramatis dan signifikan dibandingkan decade sebelumnya. Layanan Bisnis Jasa adalah suatu tindakan atau perbuatan yang tidak berwujud dimana sebuah kelompok bisa menawarkannya pada kelompok lain dan tidak mengakibatkan kepemilikan apa pun. Seiring dengan meningkatnya kesejaterahaan masyarakat, maka konsumsi akan barang-barang selain kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan perumahan juga makin meningkat. Hal ini dikenal sebagai “Great Leap Forward” atau kemajuan yang luar biasa dalam dunia jasa.
Menurut Fitzsimmons dan Sullivan (1982:7), perkembangan sector jasa erat kaitannya dengan tahap-tahap perkembangan aktivitas ekonomi meliputi hal berikut.
a)      Primer (ekstraktif),meliputi pertanian,pertambangan,perikanan,dan kehutanan
b)      Sekunder (produksi barang), meliputi pemanufakturan dan pemrosesan.
c)       Tersier (jasa domestik),terdiri dari restorandan hotel,salon kecantikan,laundry,dan dry cleaning,pemeliharaandan reparasi.
d)      Kuarter (perdagangan),meliputi transportasi,perdagangan eceran,komunikasi keuangan dan asuransi,real estate,dan pemerintahan.
e)       Kuiner (perbaikan dan peningkatan kapasitas manusia),terdiri atas kesehatan pendidikan,riset,rekreasi,dan kesenian.
Menurut Christopher (1992: 2),kekuatan-kekuatan yang megakibatkan terjadinya perubahan atau pertumbuhan yang cepat terhadap jasa sebagai berikut.
a.       Perubahan pola pengaturan dan kebijaksanaan pemerintah.
b.      Kemudahan dalam menetapkan standar-standar mutu asosiasi profesional seperti standar akuntansi, arsitek,dokter,dan lain-lain.
c.       Privatisasi
d.      Inovasi teknologi komputerisasi.
e.       Ekspansi bisnis leasing dan retail.
f.       Globalisasi.

D.    Konsep jasa

a.       Produk fisik murni
b.      Produk fisik dan jasa pendukung
c.       Hybrid
d.      Jasa utama yang didukung dengan barang dan jasa minor.
e.       Jasa murni.


E.     Karakteristik Jasa

             Jasa memiliki 4 karakteristik yaitu:
a.       Tidak berwujud (intangibility) mis: orang yang akan menjalani bedah tidak plstik tidak dapat melihat hasilnya sebelum membeli,.
b.      Tidak terpisahkan(insparibility)
c.       Keanekaragaman (variability)
d.      Tidak tahan lama(perishability)

F.     Tren Bisnis Jasa

Makin pesatnya teknologi seperti sekarang ini sangat mungkin akan menghadirkan sejumlah implikasin penting terhadap tren jasa dan pemasarannya. Berikut beberapa implikasi perubahan tren bisnis jasa di masa mendatang (mudrick, Render< dan Russell, 1990. Hlm. 40):
1.      Inovasi jasa, meskipun kosumen belum menyadarinya sampai jasa itu disajikan.
2.      Makin meningkatnya partisipasi kosumen dalam operasi jasa.
3.      Makin banyaknya jasa yang siap pakai.
4.      Meningkatnya kandungan jasa pada barang-barangkonsumsi.
5.      Internasionalisasi.
Merujuk dari tren di atas, terdapat contoh-contoh bisnis jasa yang berkembangnya cukup pesat (Yazid, 1999, hlm. 11), yaitu:
1)      Bisnis jasa: konsultan, keuangan, perbankan.
2)      Pedagang jasa : eceran, pemeliharaan dan perbaikan.
3)      Jasa infrastruktur: komunikasi, transportasi.
4)      Jasa personal/social: restoran, perawatan kesehatan.

5)      Adminitrasi umum: pendidikan, pemerintah.