A.
Sejarah
EO (Event Organizer)
EO
(Event Organizer) atau yang sering di sebut Penyelenggara acara adalah
penyelenggara kegiatan yang terdiri dari serangkaian mekanisme yang sistematis
dan memerlukan ketekunan, kesungguhan,
serta kekompakan tim yang dimana acara tersebut dipadati dengan deadline,
scheduling, pressure, dan teamwork solidity.
Di Indonesia sendiri EO sudah sejak lama ada,
diperkirakan zaman raja-raja dahulu pola tersebut sudah dipakai pada
acara-acara kerajaan seperti upacara ruwatan pusaka, perayaan, dan berbagai
acara lainnya yang melibatkan banyak orang. Penanganan Event secara profesional di kembangkan di
motori oleh “Sandra Tari Guruh Soekarno Putra” akan tetapi belum kembangkan
dalam bentuk bisnis pada tahun 1960an. (hanya melayani untuk pementasan GSP
saja). Bisnis Event Organizer berkembang secara pesat dan keseluruhan pada tahun 1970an
yang dijalankan oleh beberapa team Off
air Radio seperti Pampbors di
Jakarta.
Kelompok-kelompok kerja tersebut
semakin maju saja di era 80an. Setiap pesta adat, setiap acara di sekolah
ataupun kampus, di kampung-kampung terutama pada acara hajatan perkawinan,
acara peringatan kemerdekaan negeri ini, dan acara massa lainnya. Semuanya
ditangani oleh Event Organizer dengan pembagian tugas masing-masing bagi
anggotanya yang lazim disebut panitia. Bahkan istilah panitia masih digunakan
sampai saat ini di kantor-kantor pemerintahan, terutama pemerintahan daerah dan
pedesaan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Isitilah
EO (Event Organizer) ini mulai populer di Indonesia pade sekitar era 90an dan
hanya dilakukan dibeberapa kota besar saja dan
semakin populer lagi pada tahun 1998 pasca era krisis dimana begitu banyak
tenaga kerja yang keluar dari perusahaan tempatnya bekerja dengan berbagai
alasan dan mulailah mencari alternatif sumber penghasilan yang lain seperti EO.
Dalam perkembangan EO dari dahulu sampai sekarang, EO sangatlah mudah dilakukan
hampir semua daerah ditanah air kita ini. Setiap acara baik sederhana maupun
acara besar sekalipun, baik peorangan maupun perusahaan, pasti mereka selalu
memakai jasa EO (Event Organizer) yang diyakini bakal sukses dalam menangani
sebuah acarang yang diadakan.
Untuk
mendirikan sebuah EO diperlukan, motivasi, datanes, network, permodalan dana
segar yang cukup, SDM yang dinamis dan pekerja keras, teamwork spirit,
creativity, imagination dan konsep, keahlian individu yang tepat guna, personal
yang baik, inisiatif yang tinggi, cermat dan tepat terhadap perkembangan yang
terjadi. Orang-orang di berkerja menjadi EO mesti menerapkan Do Innovated Or
Die, jadi di EO tersebut adalah kumpulan orang kreatif yang penuh inovatif.
Siapapun bisa membuat atau menjadi EO (event Organizer), anak-anak sekolah atau
Mahasiswa misalnya, bisa memulainya dari membuat acara Pentas Seni, Perpisahan,
Perlombaan, dan lain-lain yang diadakan di lingkungan sekolah atau kampus.
Tidak masalah kalau kita baru pertama kali mengadakan atau menangani suatu
event, yang penting di sini kita bisa menghasilkan ide-ide yang kreatif dan
cermelang yang bisa kita kembangkan menjadi sebuah konsep. Setelah konsep ada
baru kita memikirkan bagaimana cara mendapatkan dananya misalnya dengan cara
mencari sponsor agar acara tersebut bisa terlaksana dengan baik. Di bagian ini
yang paling terpenting adalah kepercayaan orang terhadap kita semuanya akan
jauh lebih ringan untuk dilaksanakan.
B.
Perkembangan EO (Event Organizer)
Event Organizer itu sendiri telah berkembang
pesat di Indonesia khususnya Jakarta dan kota-kota besar lainnya, dari yang
bergerak di bidang pertunjukan musik, pameran produk seperti (mobil, komputer,
handycraft,motor,dll), sampai wedding pun tersedia. Event Organizer sangat membantu
pihak-pihak yang berminat mengadakan event seperti launching product, company
gathering, anniversary, exhibitions, seminar, promosi, talkshow dan sebagainya,
dari tahap persiapan sampai dengan event berjalan lancar dengan baik, kemampuan
dasar apa supaya sukses menjadi EO dan memuaskan para kliennya dan apa saja
yang kita akan dapatkan dengan menggeluti profesi EO.
Fungsi EO dalam mekanisme sebuah
penyelenggaraan event-event yang mengkoordinasi, melayani, men-support
kepentingan para pihak. Misalnya Trainer, Trainee, Vendor Training,
transportasi dll, media massa, serta pihak-pihak terkait lainnya. Perannya
sangat penting melalui peran Event Organizer,
anda tidak perlu pusing untuk sebuah event karena anda harus fokus dalam
melaksanakan tugas pokok anda misalnya: training, seminar, workshop,
raker/rakernas dll.
Seorang yang berprofesi sebagai EO
ada prasyarat basic kemampuan yang harus dikuasai, dengan makin luasnya ruang
lingkup dan kompleksitas pekerjaan yang ditangani maka kemampuan yang
dibutuhkan juga semakin berkembang, misalnya networking, lobbying, negosiasi,
presentasi, leadership dll.
Untuk menyiapkan sebuah acara
(event), dibutuhkan serangkaian tahapan. Mulai dari perencanaan, persiapan,
pendanaan, sampai prosedur teknis kegiatan itu sendiri dari awal sampai akhir.
Bagi awam, ini adalah pekerjaan yang memusingkan dan menuntut kerjasama sebuah
tim.
Sebelum
menggelar sebuah acara, untuk tingkat acara yang sederhana saja misalnya akan
di bentuk semacam panitia. Panitia ini adalah sebuah tim yang terdiri dari
sekelompok orang dengan pembagian tugas masing-masing agar seluruh rangkaian
acara atau kegiatan itu bisa terselenggara. Sukses tidaknya acara tersebut
tergantung penuh pada kesiapan koordinasi dan kinerja panitia. Jika tidak,
pastilah acara akan berantakan.
Nah,
kebutuhan sebuah pengorganisasian yang matang dalam mempersiapkan dan menggelar
sebuah acara ini menjadi peluang dalam bisnis jasa. Bukan hal baru jika di
banyak kota, khususnya kotakota besar, sudah muncul dan berkembang beberapa
jasa “Panitia” yang bisa mengorganisir berbagai macam acara dan kegiatan.
Perusahaan yang menawarkan jasa seperti ini dikenal sebagai “Event Organizer”.
C.
Sejarah
dan Perkembangan Bisnis Jasa
Jasa
adalah setiap tindakan atau unjuk kerja yangditawarkan oleh salah satu pihak ke
pihak lain yang secara prinsip intangibel dan tidak menyebabkan perpindahan
kepemilkan apapun.Sektor Bisnis Jasa ini telah mengalami peningkatan yang
dramatis dan signifikan dibandingkan decade sebelumnya. Layanan Bisnis Jasa
adalah suatu tindakan atau perbuatan yang tidak berwujud dimana sebuah kelompok
bisa menawarkannya pada kelompok lain dan tidak mengakibatkan kepemilikan apa
pun. Seiring dengan meningkatnya kesejaterahaan masyarakat, maka konsumsi akan
barang-barang selain kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan perumahan
juga makin meningkat. Hal ini dikenal sebagai “Great Leap Forward” atau
kemajuan yang luar biasa dalam dunia jasa.
Menurut
Fitzsimmons dan Sullivan (1982:7), perkembangan sector jasa erat kaitannya
dengan tahap-tahap perkembangan aktivitas ekonomi meliputi hal berikut.
a) Primer (ekstraktif),meliputi
pertanian,pertambangan,perikanan,dan kehutanan
b) Sekunder (produksi barang), meliputi
pemanufakturan dan pemrosesan.
c) Tersier (jasa domestik),terdiri dari
restorandan hotel,salon kecantikan,laundry,dan dry cleaning,pemeliharaandan
reparasi.
d) Kuarter (perdagangan),meliputi
transportasi,perdagangan eceran,komunikasi keuangan dan asuransi,real estate,dan
pemerintahan.
e) Kuiner (perbaikan dan peningkatan kapasitas
manusia),terdiri atas kesehatan pendidikan,riset,rekreasi,dan kesenian.
Menurut
Christopher (1992: 2),kekuatan-kekuatan yang megakibatkan terjadinya perubahan
atau pertumbuhan yang cepat terhadap jasa sebagai berikut.
a. Perubahan pola pengaturan dan
kebijaksanaan pemerintah.
b. Kemudahan dalam menetapkan
standar-standar mutu asosiasi profesional seperti standar akuntansi, arsitek,dokter,dan
lain-lain.
c. Privatisasi
d. Inovasi teknologi komputerisasi.
e. Ekspansi bisnis leasing dan retail.
f. Globalisasi.
D. Konsep jasa
a. Produk
fisik murni
b. Produk
fisik dan jasa pendukung
c. Hybrid
d. Jasa
utama yang didukung dengan barang dan jasa minor.
e. Jasa
murni.
E.
Karakteristik Jasa
Jasa
memiliki 4 karakteristik yaitu:
a. Tidak
berwujud (intangibility) mis: orang yang akan menjalani bedah tidak plstik
tidak dapat melihat hasilnya sebelum membeli,.
b. Tidak
terpisahkan(insparibility)
c. Keanekaragaman
(variability)
d. Tidak
tahan lama(perishability)
F. Tren Bisnis Jasa
Makin
pesatnya teknologi seperti sekarang ini sangat mungkin akan menghadirkan
sejumlah implikasin penting terhadap tren jasa dan pemasarannya. Berikut
beberapa implikasi perubahan tren bisnis jasa di masa mendatang (mudrick,
Render< dan Russell, 1990. Hlm. 40):
1. Inovasi
jasa, meskipun kosumen belum menyadarinya sampai jasa itu disajikan.
2. Makin
meningkatnya partisipasi kosumen dalam operasi jasa.
3. Makin
banyaknya jasa yang siap pakai.
4. Meningkatnya
kandungan jasa pada barang-barangkonsumsi.
5. Internasionalisasi.
Merujuk
dari tren di atas, terdapat contoh-contoh bisnis jasa yang berkembangnya cukup
pesat (Yazid, 1999, hlm. 11), yaitu:
1) Bisnis
jasa: konsultan, keuangan, perbankan.
2) Pedagang
jasa : eceran, pemeliharaan dan perbaikan.
3) Jasa
infrastruktur: komunikasi, transportasi.
4) Jasa
personal/social: restoran, perawatan kesehatan.
5) Adminitrasi
umum: pendidikan, pemerintah.






0 komentar:
Posting Komentar