Mimpi itu mengembalikan semangat dan juga keceriaan Janoko, Janoko sudah menemukan kembali dirinya yang dulu. Hubungannya dengan semua temannya membaik, Mira pun bisa kembali merasakan senyum hangat Janoko dan hubungan mereka pun semakin dekat.
Hari-hari mereka lewati penuh kebahagiaan, hingga tiba saat
nya ujian akhir bagi Mira.
“Besok adalah hari yang sangat menentukan untuk ku , apakah
kelak aku akan menangis, atau aku akan tersenyum bahagia.”Ucap Mira sambil bersandar
di bahu Janoko.
“Tak perlu kau risau akan datangnya sebuah ujian, sebuah
ujian bukan yang menentukan bagaimana kau nanti. Jika semua usaha yang kau
lakukan sudah kau rasa maksimal, tuhan pun akan memberikan jalan yang
selebar-lebarnya.”Ucap Janoko.
Tiba-tiba Janoko terdiam.
Sebuah ingatan masa lalu tentang seorang wanita tiba-tiba
datang.
“Mira, aku pergi dulu ya entah kenapa aku tiba-tiba ngga
enak badan.”Ucap Janoko.
Janoko pergi meninggalkan Mira dengan perasaan gundah, Mira
merasa ada yang aneh dengan Janoko dan berniat untuk mengikutinya, namun.
“Mir, tunggu...” Ujar Dida teman sekelas Mira.
“Ada apa Da?”Tanya Mira
“Katanya mau belajar bersama, itu anak-anak udah nunggu kamu
di rumah Indra.” Ujar Dida.
“Oh iya, ya udah ayo berangkat”. Ucap Mira.
Mira akhirnya mengurungan niatnya mengikuti Janoko.
Janoko terus berjalan namun ia berjalan bukan ke arah tempat
tinggalnya, malah mengarah ke sebuah taman. Dia duduk di bawah sebuah pohon
sambil menatap langit dan bertanya-tanya dalam hati tentang apa yang membuatnya
terbawa ke tempat itu.
Dari kejauhan terdengar sebuah percecokan antara lelaki dan
wanita.
“Lu jangan kecakepan dan jangan munafik deh, gua tau lo tuh
suka ama gua. Tinggal lo nurut aja ama gua dan kita pacaran.”Ucap seorang
lelaki.
“Ngga, aku ngga mau ama kamu. “ Ujar seorang wanita.
“Ahhhh gua ngga tahan liat body lo yang tinggi sexy. Biar
gua lakuin apa yang gua mau. Disini jarang banget ada orang jadi gua bisa
lakuin apapun ama lo.” Ancam Laki-laki.
Janoko berlari mencari asal suara itu. Di kejauhan terlihat
wanita yang tak asing untuk Janoko, dan Janoko langsung berlari menghampirinya.
Perkelahian terjadi antara Janoko dan lelaki itu, Janoko
yang tak mengenal orang itu tak segan menghajar orang itu dan membuat banyak
luka di tubuh dan wajah lelaki itu.
“Berani lo nyentuh dia, ngga segan gua abisin lo bangsat.”
Amarah Janoko memuncak dan terus hajar lelaki itu hingga pingsan.
“Kamu ngga papa?” tanya Janoko pada wanita itu.
“Aku ngga papa, kamu kenapa lakuin hal itu lagi Noko?” Tanya
wanita itu sambil menangis
“Mengertilah, aku tak bisa melihat kau tersakiti oleh
siapapun, aku tak kuasa menahan amarah jika wanita yang kusayangi di sakiti
seorang lelaki.” Tegas Janoko.
“Tapi ngga usah sampe gitu Noko, kamu bisa kena masalah kalo
kayak gini.”Ujar wanita itu.
“Aku tak peduli apapun yang akan terjadi padaku, asalkan
kamu ngg papa Ra. Aku sayang kamu Sembadra, jangan larang aku menghajar orang
yang berani mengganggumu.”Ucap Janoko.
"Gimana kamu bisa disini Janoko, tempat ini kan jauh dari tempatmu?tanya Ara"
"Aku pun tak tau, aku merasa tak enak hati dan tiba-tiba aku berjalan dan sampai disini, mungkin cinta ku padamu terlalu besar sampai aku bisa merasakan jika kau sedang terancam dan akhirnya hatiku membawaku kesini.."Ucap Janoko
Janoko tak sadar sebuah masalah besar telah menghadangnya.
Sebuah cinta tak harus berlebihan, karna hal apapun yang berlebihan pastilah
tak baik.






0 komentar:
Posting Komentar