Minggu, 28 September 2014

Cobalah megerti

Waktu berlalu, hari pengumuman penerimaan sekolah yang Janoko inginkan tiba, dan dia berhasil lolos masuk ke sekolah itu. Bahagia terpancar dari wajahnya karna menjadi satu-satunya siswa dari sekolahnya yang diterima melalui jalur khusus, namun kesedihan pun terpancar dari Sembadra yang merasa bahwa Noko akan jauh darinya dan mungkin akan melupakannya.

" Kau pasti akan menemukan gadis yang lebih dari aku di kota nanti." ucap Sembadra dengan wajah tertekuk.
" Aku akan menemukan banyak wanita yang jauh lebih baik darimu, namun kau hanya perlu tau 1 hal! Hati ini milikmu dan akan tetap milikmu, seindah apapun rupanya wanita yang akan menghampiriku kelak aku yakin hati ini tetap milikmu." tegas Janoko sambil tersenyum.

Sesaat Sembadra pun merenung dan sedikit menangis.

" Kamu itu udah punya semua yang aku butuhkan, mungkin kita ngg akan bareng lagi tapi hati ini akan tetap milikmu janganlah sedih aku pun tak akan melarangmu berbagi kasih dengan yang lain. Namun kamu harus ingat suatu hari nanti aku akan kembali padamu dan ku harap kamu masih tetap menyimpan hati dan kasihmu untukku."tegas janoko sambil mengusap air mata ara yang jatuh.

Peluk hangat pertama dan terakhir kalinya yang Noko berikan pada Ara dalam sebuah tangisan perpisahan yang lara dan sementara. 

" Aku pergi hanya sementara, hanya untuk mencari ilmu dan memperbaiki diri. Teruslah kau gapai citamu tanpa ku saat ini namun bantulah aku nanti dalam merajut rumah tangga yang indah antara aku dan kamu." kata terakhir Janoko ucapkan sebelum berpisah.

Bersambung,,,

0 komentar:

Posting Komentar