Rabu, 24 September 2014

Si Rumput Liar


Terdiam di bawah sebatang pohon
Tersembunyi dibalik sampah dedaunan
Menanti datangnya sang air yang tak adil
Yang mementingkan pohon yang besar
Dia si rumput liar
Hanya menanti si air
Yang mau menjadi penunjang hidupnya
Terkadang tertegun dan bertanya
Apakah aku masih dibutuhkan
Sebatang rumput liar
Yang hanya menutup pemandangan
Terinjak tanpa perlawanan
Sampai akhirnya si air datang
Seraya ia menjawab
Kau tetaplah kau
Sebatang rumbut yang membutuhkanku
Tanpamu aku hanyalah air
Air yang tak bisa menunjang sesuatu

0 komentar:

Posting Komentar