Rabu, 08 Oktober 2014

Ceritaku Pasti lain Dengan Milikmu


Salam kenal dari saya, nama saya Imam Setiaji, teman-teman saya biasa memanggil  Imam, Tejo, Ibul dan lain-lain. Saya lahir di sebuah desa kecil bernama Langensari pada 12 Januari 1996, sejak kecil saya tidak pernah mengenal dengan baik orang tua saya, karna sejak saya berumur 6 bulan dalam kandungan ibu dan ayah saya bercerai. Pada saat usia saya 2 bulan, ibu saya pergi bekerja di luar kota jadi sejak kecil saya di rawat dan di didik oleh kakek,nenek,mbah uti dan mbah kakung saya di desa. Saat bayi saya merasakan hidup yang berkecukupan namun kakek dan nenek saya tidak pernah memanjakan saya berlebihan karna mereka beranggapan jika saya terlalu termajanjakan oleh orang tua, saya akan sulit berkembang saat dewasa. Namun berbeda dengan mbah uti dan mbah kakung, mereka selalu memanjakan saya, namun di balik semua sikap mereka, mereka menanamkan banyak pendidikan terutama bekal untuk hidup. Saya mengenal baik ibu saya ketika saya mulai masuk SMK, karna ketika saya berumur sekitar 3 tahun ibu saya menikah lagi dan saya enggan tinggal bersama ayah tiri saya. Dari pernikahan itu saya mendapat 2 orang adik, adik saya yang cewek bernama Nur Rohmah dan yang kecil laki-laki bernama Rendra Bada Dianto. Saya memulai pendidikan di sekolah saat berumur 4,5 tahun di SDN 3 Muktisari di dekat rumah, sejak kecil saya kurang bisa berbaur dengan teman-teman di SD makannya saya tidak begitu berteman baik. Saat memasuki SMP disini lah saya mulai belajar untuk berteman, saya sekolah di SMPN 4 Banjar dan disinilah awal semua masalah dan kesalahan bodoh yang saya lakukan. Saat kelas 1 SMP saya tidak mempedulikan masalah percintaan, namun saat kelas 2 mulai banyak teman yang pacaran dan akhirnya saya juga pacaran dengan wanita yang saya sukai dan dia adalah teman sekelas ketika kelas 2 SMP. Saya menyebutnya cinta pertama saya, namun saya tak pernah bisa mempertahankan hubungan yang Long Life. Sejak SMP saya memiliki banyak masalah dengan teman saya sendiri karna mereka menganggap saya perusak hubungan orang, namun ya apalah pendapat mereka malah tuduhan itu menjadi sebuah hobi yang jahat. Saat lulus SMP saya melanjutkan sekolah di SMKN 1 Banjar jurusan Akuntansi, Masa SMK adalah masa yang bisa di bilang menyenangka dan tidak banyak masalah karna saya lebih cuek menghadapi wanita yang mendekati dan berhati-hati dalam bergaul. Saat SMK saya tak begitu aktif dalam organisasi seperti SMP, namun saya memfokuskan di OSIS saja dan dari OSIS saya banyak mendapat pelajaran yang mungkin bagi orang lain tidak penting. Saat SMK saya mulai menyukai sepak bola, namun saya sudah sulit jika mengejar menjadi pemain sepak bola, karna kondisi fisik yang sudah tidak bisa di paksakan lagi. Sejak SMP saya sudah belajar mencari uang dari menjadi Joki game online, joki ketik dan lain-lain , namun saya masih enggan saat SMP berdagang di pasar, namun saat SMK saya mulai berpikir lebih terbuka dan mulai belajar berdagang di pasar bersama nenek saya, terkadang jika libur saya lebih memilih berdagang dari pada main dengan teman atau pun pacar. Pada awal kelas 2 SMK saya mulai mencoba bisnis online dan pada saat itu lumayan omsetnya untuk memenuhi kebutuhan anak SMK, saat akhir kelas 1 SMK saya dapat seorang pacar yang benar-benar sabar dan menjadi rebutan di antara teman-teman saya dan bisa bertahan 2 tahun. Saat lulus SMK saya melanjutkan pendidikan di Politeknik LP3I Bandung dan meninggalkan jurusan Akuntansi dan berpindah ke Public Relation, disini saya menemukan hobi baru yaitu menulis. Ada point plus yang saya dapat disini, saya bisa belajar agama lagi tanpa harus malu dan bersama teman-teman saya. Kehidupan di perantauan ini membuat saya lebih berfikir keras lagi untuk belajar mencari tambahan uang saku,banyak yang menyangka saya mendapat apa yang saya inginkan hanya dari orang tua, padahal nenek saya hanya berdagang daging ayam dan sapi, sedangkan ibu saya hanya menjual jajanan pasar. Demi mendapatkan hal yang berharga pasti ada harga yang harus di bayar, mencapai tempat yang hebat pasti banyak rintangan menghadang, jika kita mampu melewati semua ujian dan cobaan pastilah hal yang luar biasa yang kita dapat. Mungkin jika mau kenal lebih lanjut bisa kita berkenalan di dunia nyata. :)

0 komentar:

Posting Komentar