Jumat, 17 Oktober 2014

Pergilah Kasih

Seketika wajah Janoko memerah di peluk di hadapan umum.
Tiba-tiba seorang ibu-ibu naik ke atas panggung dan memuat Janoko terkejut.
“Eh, ibu yang tadi.”
“Oh jadi kamu to yang namanya Janoko. Yang bikin Mirajane sering teriak-teriak pas tidur.”
“Mamah ih, ko di bilangin. Eh mamah udah pernah ketemu ama Noko?”
“Tadi pas di jalan dia ketabrak ama mamah jadi liat aja sekarang pada luka gitu badannya”
“Ko bisa ketabrak kamu?”
“Nanti aku ceritain, sepulang acara ini ikut ke kost-an aku yu. Aku mau kenalin ama seseorang.”
“Boleh ngga mah?”
“Iya tapi jangan ke sorean pulangnya. Oh iya, kamu mau terus melukin Noko di depan umum Mira ?”
Mira pun melepaskan pelukannya dan menahan malu karna tak sadar di perhatikan banyak orang.
Ketika acara selesai, mereka berdua langsung pergi ke kost-an Janoko.
Ketika di depan rumah.
“Ibu... ibu “
Mira terkejut
Tak lama ibu Janoko membuka pintu
“Udah pulang Noko, itu siapa?”
“Ngobrolnya di dalem aja bu”
Mereka pun masuk ke dalam rumah.
“BU kenalin ini Mira.”
“Oh pacarnya Janoko ya?”
“ehh Iya bu”
Mira terlihat begitu gugup dan mulai salah tingkah.
“Bu, aku mau ibu jadi saksi disini. Aku janji sama diri aku, aku bakal jagain Mira dan bakal setia ngejaga hatinya. Aku ngga mau kecewain dia dan aku mau ibu ngijinin hubungan kami. Sebentar lagi Mira mau lanjut study di Jepang, alhamdulillah dia dapet beasiswa.”
“Wah hebat nya, tentu ibu mengizinkan hubungan kalian, saling jaga hati meski kalian jauh.”
”Iya bu, aku juga sayang sama Janoko. Mungkin pertemuan kita sekarang Cuma sebentar. Soalnya malem ini juga aku harus berangkat ke Jepang.”
“Hati-hati kamu di sana ya nak, ibu doakan kamu sukses disana dan berjodoh dengan Janoko.”
Janoko mengantar Mira pulang.
Sesampainyya di rumah Mira sudah di tunggu oleh supir yang akan mengantarnya ke bandara.
“Kan ku biarkan si rumput ini kering
Hingga saatnya air kembali turun
Tak apa jika kemarau panjang
Datang menghantam
Namun rumput tetap kan bersabar,
Kasih cinta ini akan selalu menunggu kepulanganmu air.”
Sedikit meneteskan air mata saat Mira harus meninggalkan Janoko juga keluarga.
“Mirajane jangan lupa kasih kabar ke mamah ya kalau udah sampai, kamu hati-hati disana.”
Sedikit Menetes air mata janoko saat berkata
“Pergilah kasih
Kejarla keinginanmu
Selagi masih ada waktu
Jangan hiraukan diriku
Aku rela berpisah
Demi untuk dirimu
Semoga tercapai segala keinginanmu.”

“Aku hanya pergi tuk sementara
Bukan tuk meninggalkanmu selamanya
Aku pasti kan kembali
Pada dirimu
Tapi kau jangan nakal
Aku pasti kembali.”
Perpisahan mereka terjadi sesaat mereka akhirnya bersatu.

Bersambung...


0 komentar:

Posting Komentar