Senin, 06 Oktober 2014

Aku Percaya

Sepanjang malam mereka bertatapan, sampai tiba-tiba Mira semakin mendekat.
“Aku mulai tertarik pada mu, mulai menyayangimu dan aku yakin kau akan menjagaku.”Bisik Mira ke telinga Janoko dan lalu membelakangi Janoko.
Janoko terdiam dan terkejut mendengarnya.
“Kamu serius Mir?” Tanya Janoko.
“Mir...Mira...?” Janoko memanggil lirih Mira, namun Mira tak kunjung menjawab.
Janoko tak bisa tidur sepanjang malam memikirkan kata-kata itu, hingga pagi pun tiba ia tetap terjaga.
“Selamat pagi Janoko.” Salam hangat Mira dengan senyum manisnya di pagi hari.
Wajah Janoko memerah kala melihat senyum indah itu di pagi hari, namun ada satu hal yang membuat Janoko menahan tawa.
“Mir Boleh jujur ngga?” tanya Noko
“Boleh lah.” Jawab Mira.
“Kamu itu hampir sempurna dari segi fisik, tapi itu...”
“Itu apa Noko?”
“Itu air liur kamu sampe jadi pulau di pipi kamu haha.” Tawa janoko terbahak-bahak dan Mira hanya bisa menahan malu.
Mereka pun bersiap pergi kesekolah.
Di perjalanan Janoko terlihat begitu pucat dan lemas.
“ Noko kamu kenapa?” Tanya Mira.
“Ngg papa ko , emang aku keliatan ngga sehat ya ? Oh iya aku mau nanya sesuatu, semalem kamu bilang Aku mulai tertarik pada mu, mulai menyayangimu dan aku yakin kau akan menjagaku. Itu maksudnya apa? Apa itu beneran buat aku ?” Tanya Janoko.
Wajah Mira memerah dan tiba-tiba dia lari.
“Aku duluan ya.” Ucap Mira dan meninggalkan Janoko.
Janoko pun hanya terdiam tak mengerti apa maksud dari semua itu.
Sesampai di sekolah Janoko begitu lesu. Saat pelajaran di mulai dia terlihat begitu tak konsentrasi dan tak aktif di kelas seperti biasanya, Palastri yang merasa aneh pun menghampirinya.
“Noko kamu kenapa?” Tanya Palastri namun Janoko tak menjawab. Saat Palastri mendekat dan mengecek keadaannya ternyata Janoko demam, Palastri dan teman-temannya membawa Janoko ke ruang kesehatan dan Palastri yang menjaga Janoko.
Setelah beberapa jam tak sadarkan diri akhirnya Janoko pun bangun.
“ Eh... ko aku disini, ko kamu disini Palastri?” Tanya Janoko.
“ Tadi badan kamu panas banget, trus ngga sadarkan diri jadi aku bawa kamu kesini.”Ujar Palastri dengan raut wajah yang terlihat begitu sedih.
“Hehe maaf ya aku ngerepotin kamu, Ehh ko kamu malah nangis, jangan sedih gitu dong!” Ujar Janoko.
“Aku khawatir ama kamu, dari sejak dateng kamu keliatan pucet.”Ucap Palastri.
“Aku ngga papa ko, aku Cuma kecapean kamu ngg perlu khawatir gitu, aku kan bukan siapa-siapa kamu.”Jawab Janoko sambil tersenyum.
“Kamu emang ngga nganggep aku spesial seperti Mira atau pun wanita di taman dulu, tapi aku anggap kamu adalah orang yang paling spesial dan paling aku sayang.”Tegas Palastri sambil menangis dan memeluk Janoko.
Janoko terkejut dan hanya bisa terdiam.
Terdengar suara seorang berlari dan langsung membuka pintu, ternyata saat pintu terbuka Mira melihat Palastri sedang memeluk Janoko.




1 komentar:

  1. kata-katanya,,,mengharukan,,,,
    Aku mulai tertarik pada mu, mulai menyayangimu dan aku yakin kau akan menjagaku :)

    BalasHapus