Sepanjang malam mereka bertatapan, sampai tiba-tiba Mira
semakin mendekat.
“Aku mulai tertarik pada mu, mulai menyayangimu dan aku
yakin kau akan menjagaku.”Bisik Mira ke telinga Janoko dan lalu membelakangi
Janoko.
Janoko terdiam dan terkejut mendengarnya.
“Kamu serius Mir?” Tanya Janoko.
“Mir...Mira...?” Janoko memanggil lirih Mira, namun Mira tak
kunjung menjawab.
Janoko tak bisa tidur sepanjang malam memikirkan kata-kata
itu, hingga pagi pun tiba ia tetap terjaga.
“Selamat pagi Janoko.” Salam hangat Mira dengan senyum
manisnya di pagi hari.
Wajah Janoko memerah kala melihat senyum indah itu di pagi
hari, namun ada satu hal yang membuat Janoko menahan tawa.
“Mir Boleh jujur ngga?” tanya Noko
“Boleh lah.” Jawab Mira.
“Kamu itu hampir sempurna dari segi fisik, tapi itu...”
“Itu apa Noko?”
“Itu air liur kamu sampe jadi pulau di pipi kamu haha.” Tawa
janoko terbahak-bahak dan Mira hanya bisa menahan malu.
Mereka pun bersiap pergi kesekolah.
Di perjalanan Janoko terlihat begitu pucat dan lemas.
“ Noko kamu kenapa?” Tanya Mira.
“Ngg papa ko , emang aku keliatan ngga sehat ya ? Oh iya aku
mau nanya sesuatu, semalem kamu bilang Aku mulai tertarik pada mu, mulai
menyayangimu dan aku yakin kau akan menjagaku. Itu maksudnya apa? Apa itu
beneran buat aku ?” Tanya Janoko.
Wajah Mira memerah dan tiba-tiba dia lari.
“Aku duluan ya.” Ucap Mira dan meninggalkan Janoko.
Janoko pun hanya terdiam tak mengerti apa maksud dari semua
itu.
Sesampai di sekolah Janoko begitu lesu. Saat pelajaran di
mulai dia terlihat begitu tak konsentrasi dan tak aktif di kelas seperti
biasanya, Palastri yang merasa aneh pun menghampirinya.
“Noko kamu kenapa?” Tanya Palastri namun Janoko tak menjawab.
Saat Palastri mendekat dan mengecek keadaannya ternyata Janoko demam, Palastri
dan teman-temannya membawa Janoko ke ruang kesehatan dan Palastri yang menjaga
Janoko.
Setelah beberapa jam tak sadarkan diri akhirnya Janoko pun
bangun.
“ Eh... ko aku disini, ko kamu disini Palastri?” Tanya
Janoko.
“ Tadi badan kamu panas banget, trus ngga sadarkan diri jadi
aku bawa kamu kesini.”Ujar Palastri dengan raut wajah yang terlihat begitu
sedih.
“Hehe maaf ya aku ngerepotin kamu, Ehh ko kamu malah nangis,
jangan sedih gitu dong!” Ujar Janoko.
“Aku khawatir ama kamu, dari sejak dateng kamu keliatan pucet.”Ucap
Palastri.
“Aku ngga papa ko, aku Cuma kecapean kamu ngg perlu khawatir
gitu, aku kan bukan siapa-siapa kamu.”Jawab Janoko sambil tersenyum.
“Kamu emang ngga nganggep aku spesial seperti Mira atau pun
wanita di taman dulu, tapi aku anggap kamu adalah orang yang paling spesial dan
paling aku sayang.”Tegas Palastri sambil menangis dan memeluk Janoko.
Janoko terkejut dan hanya bisa terdiam.
Terdengar suara seorang berlari dan langsung membuka pintu,
ternyata saat pintu terbuka Mira melihat Palastri sedang memeluk Janoko.






kata-katanya,,,mengharukan,,,,
BalasHapusAku mulai tertarik pada mu, mulai menyayangimu dan aku yakin kau akan menjagaku :)