Berucap tapi tak bersuara,,,
Diamnya menjerit,
Hatinya terus menangis jera,,
memaksanya bangkit,
Hai rumput liar,,,
percuma kau tumpahkan itu...
seisi air di dalam matamu...
tak akan pernah mampu,
membuat dunia tau,,,
biarkan saja lukamu,,, berlalu,,, pilu,,,
Rumput liar,,,
Kau tersesat ,
keindahanmu kini tertutup rapat,,
Oleh tumpukan batu-batu berat,,,
Tapi Ingat,,,
terkadang keindahan tidak selalu terlihat,
Oleh para bangsat,,,
yang terlaknat,,,
Oleh para buaya darat,,,
dan penjilat...
Rumput liar,,,
pagi kan datang membawa kesejukan,
membawa kesegaran,,,
tinggalkan malam, nyalakan sinar,,,
kemudian kau pun terbangun,,,
dengan keindahan yang terpancar,,,
Bersama tetesan embun,,,
Karya : Si Rumput Liar






that's great!
BalasHapuskeindahannya hanya saat bersama embun dan tetesan hujan:)